Headline News

Bandung Raya

Nasional

Hot News

Jumat, 07 Mei 2021

Peduli Llingkungan, Bjb Jalin Kerjasama dengan Octopus


BANDUNG, SIBER –
Dalam setahun terakhir aplikasi Octopus menjadi perhatian warga terutama yang peduli lingkungan karena aplikasi tersebut dapat memberdayagunakan sampah secara sistematis sehingga memiliki nilai lebih. 

Octopus adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya menyetorkan kemasan bekas pakai untuk didaur ulang. Penggunanya dengan target utama anak muda yang sudah peduli lingkungan. 

Octopus memiliki 3 mobile apps, yaitu untuk pengguna (consumers), pelestari (waste collectors), dan pebisnis produksi sampah (checkpoints). 

Ketiga aplikasi bersinergi dengan baik, hingga selama 6 bulan terakhir, Octopus berhasil mengumpulkan 9,9 juta produk sampah dari pengguna. Bahkan salah satu pelestari Octopus dapat meraih penghasilan sejumlah Rp10,4 juta rupiah dalam satu bulan pada Oktober 2020.

Octopus dibesut oleh tujuh orang dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Mereka adalah lulusan kampus dari Amerika Serikat seperti Harvard Business School dan MIT, dan UC Berkeley.  

CEO sekaligus co-founder Octopus, Moehammad Ichsan, mengatakan Octopus melakukan proyek pilot pertama di Makassar pada 2020. Sedangkan Hamish Daud Wylie yang merupakan suami penyanyi Raisa kini menjadi Chief Marketing Officer Octopus.

Saat ini Octopus Indonesia memiliki lebih dari 75.000 pengguna aplikasi, 9000 lebih mitra pengepul dan 2065 bank sampah tempat Pelestari menyetorkan sampah untuk diangkut. Aplikasi Octopus hadir di kota Makassar, Badung, Gianyar, Denpasar, dan Bandung.

Octopus Indonesia yang berada di Bandung ini dimanfaatkan dalam proses daur ulang sampah plastik oleh PT Namasindo Plas Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. 

Pusat daur ulang sampah plastik tersebut menerima setidaknya 60 ton sampah plastik dari Bali setiap pekannya. Menurut catatan Dinas Lingkungan Hidup Jabar, jumlah sampah plastik yang dapat didaur ulang mencapai 6.400 ton di seluruh Jawa Barat.


Saat ini, mekanisme yang ada di aplikasi Octopus yaitu sampah yang dikumpulkan akan dikonversikan menjadi poin yang bisa ditukar menjadi uang tunai melalui proses tarik tunai di dalam aplikasi Octopus. Tak cuma menjadi poin, sampah juga bisa ditukar dengan voucher yang dapat digunakan sebagai discount di coffee shop yang bekerja sama dengan Octopus.

Bank bjb Peduli Lingkungan

Apa yang dilakukan oleh Octopus selaras dengan nilai go spirit Bank bjb pada poin respect, yakni peduli lingkungan. Oleh karena itu, Bank bjb hadir untuk memberikan opsi sebagai media transaksi pembayaran dari pihak pelestari yang mengangkut sampah ke pihak customer (warga) dengan menggunakan produk Digicash. 

Untuk fase selanjutnya, tidak menutup kemungkinan juga dikembangkan untuk transaksi pembayaran dari pihak bank sampah sebagai pihak akhir penerima sampah warga ke pihak pelestari di aplikasi pelestari, serta integrasi fitur pembayaran pajak dan pembelian pulsa yang ada di dalam Digicash ke dalam aplikasi Octopus ini.

Dengan kerja sama ini, Bank bjb akan menambah fee based income melalui integrasi dengan aplikasi Octopus. Sementara di pihak Octopus akan mempermudah pengguna dalam memanfaatkan pengumpulan sampah rumah tangga dan bisa memanfaatkan fitur-fitur Digicash seperti pembayaran pajak dan pembelian pulsa hanya dengan menggunakan satu aplikasi saja.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, mengatakan pihaknya akan proaktif mengembangkan sistem transaksi pembayaran dari pihak pelestari hingga ke warga.

"Tentunya bank bjb akan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan Octopus ataupun pihak lain yang peduli lingkungan terutama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat itu sendiri dan menciptakan ruang pertumbuhan usaha baru," kata Widi. *

Kamis, 06 Mei 2021

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan Berhasil Dihalau

BANDUNG - Petugas gabungan memutar balik ratusan kendaraan yang hendak masuk Kota Bandung, Kamis 6 Mei 2021. Hal itu karena para pengendara tidak mampu melengkapi dokumen kesehatan ataupun izin perjalanan.

Penghalauan kendaraan itu berlangsung di 8 cek poin yang ada di Kota Bandung.

Salah satunya yang terjadi di posko cek poin Gerbang Tol Moh. Toha. Hingga pukul 12.00 WIB tercatat ada 103 kendaraan yang diputar balik. 

Sedangkan di posko cek poin Gerbang Tol Pasir Koja, hingga pukul 14.00 WIB, telah ada 36 kendaraan yang bernasib serupa.

Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat juga diterapkan di enam posko lainnya pada hari pertama pemberlakukan cek poin di Kota Bandung. 

Delapan cek poin ini akan beroperasi di masa libur lebaran 2021 pada 6-17 Mei.

"Informasi dari pak Kapolsek dan dari pak Camat di Tol Buahbatu ini ada 117 kendaraan yang diperiksa. Dan 17 kendaraan sudah diputar balik," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat memantau posko cek poin Gerbang Tol Buahbatu, Kamis, 5 Mei 2021. 

Oded tak bosan-bosannya mengingatkan kepada msyarakat Kota Bandung untuk lebih bijak beraktivitas. Mengingat potensi transmisi virus corona kini tengah meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.

Termasuk bagi warga Kota Bandung yang tengah berada di perantauan, Oded berharap lebih ikhlas menahan diri tidak mudik. 

Hal itu bukan berarti ingin mengekang, namun saat ini faktor kesehatan menjadi sangat penting untuk melawan pandemi Covid-19.

"Kepada warga Kota Bandung baik yang ada di sini atau pun yang ingin mudik ke luar, saya mengimbau lebih baik di rumah masing-masing. Juga kepada warga yang ada di luar tidak masuk ke Bandung dulu," pintanya.

Oded tak ingin ledakan kasus positif Covid-19 seperti di India sampai terjadi di Kota Bandung. 

"Karena saya khawatir karena sekarang ini informasi tingkat hunian (rumah sakit) sudah meningkat," bebernya. 

Melihat kinerja di lapangan, Oded mengapresiasi petugas gabungan yang konsisten memegang aturan terkait larangan mudik libur lebaran 2021. Termasuk memerhatikan mobilitas masyarakat yang berada di wilayah aglomerasi Bandung Raya.

"Melihat kesiapan dari cek pon yang ada tadi sini Alhamdulillah saya melihat unsur kewilayahan pak kapolsek dan jajaran, TNI, pak camat dan jajaran dibantu Satpol PP dan Dishub cukup bagus," ungkapnya. 

Cegah Kerumunan di Pusat Perbelanjaan, Satpol PP Tutun Tangan

BANDUNG - Untuk memastikan pusat perbelanjaan dan mal tidak melanggar protokol kesehatan, Dinas Perdagangan dan Perindusrian (Disdagin) Kota Bandung akan menurunkan sejumlah petugasnya.

Hal ini terpaksa dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan di pusat perbelanjaan menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah ini.

Menurut Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah, ada sebanyak 72 pegawai Disdagin yang akan memantau pusat perbelanjaan, mal atau ritel di akhir pekan ini.

Mereka akan menggerakan bersama unsur kewilayahan dan Satgas Penanganan Covid-19 yang ada di pusat perbelanjaan, mal, dan ritel.

"Memang Diperkirakan ada lonjakan mulai Jumat, Sabtu dan Minggu ini. Oleh karenanya para manajemen mal harus bisa mengantisipasinya," kata Elly.

"Jadi ada kontrol dari kewilayah dengan Disdagin. Kita (Disdagin) akan terjunkan tim mulai hari Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin," lanjutnya.

Elly mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya kelebihan kapasitas pengunjung maka pusat perbelanjaan wajib menempatkan petugas di pintu masuk. Termasuk membatasi pintu masuk ke pusat perbelanjaan.

"Kita berikan saran kepada manajemen mal, pintu masuk atau area masuk itu dibatasi hanya 2 pintu saja. Itu agar bisa mengetahui jumlah pengunjung di dalam. Kaspitasnya hanya 50 persen," jelas Elly. 

Elly menegaskan, jika ada yang melanggar akan diberikan sanksi.

"Kalau ada kerumunan dan melanggar berat, Satgas akan memberikan sanksi berat dengan menutup pusat perbelanjaan," tegas Elly.  

Untuk sanksi yang diberikan jika pengelola mal melanggar, yaitu penutupan sementara selama 14 hari dengan denda sebesar Rp 500 ribu. 

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengaku akan menambah jumlah personel yang bertugas di pusat perbelanjaan.

"Tambahan anggota 30 orang. Bahkan sekarang juga kita penguatan dari Satpol PP Provinsi Jawa Barat ada 15 orang," katanya.

Ia memastikan akan menindak tegas pelangar protokol kesehatan. Hal itu untuk memberikan ketegaskan bagi masyarakat sampai pengelola pusat perbelanjaan dan mal. 

"Perkiraan Sabtu dan Minggu akan terjadi kerumunan. Kita siapakan personelnya," kata Rasdian.

Olahraga

Mancanegara

Top 5

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT