Headline News

Bandung Raya

Nasional

Hot News

Senin, 26 Juli 2021

Untung Ada bjb t-Samsat, Pajak Kendaraan Bisa Dicicil

BANDUNG, - Wabah Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 17 bulan berdampak serius terhadap semua sektor.

Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Litbang Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyebutkan sebanyak 15,6 persen pekerja mengalami PHK dan 40 persen pekerja mengalami penurunan pendapatan.

Kondisi ini tentunya akan mempengaruhi kehidupan pekerja dan keluarganya. Termasuk kewajiban untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).
Dalam keadaan normal, membayar pajak kendaraan ini tentunya tidak memberatkan. Namun dalam keadaan pandemi, ketika pendapatan mengalami penurunan atau bahkan hilang, pemilik kendaraan bermotor harus memutar otak bagaimana caranya pajak tersebut tetap bisa dibayarkan sebelum jatuh tempo.  

Beruntung bjb memiliki layanan Tabungan Samsat atau lebih dikenal dengan sebutan bjb T-Samsat yang memungkinkan pemilik kendaraan bermotor bisa membayar PKB dengan cara dicicil. bjb T-Samsat terselenggara berkat kerja sama bank bjb dengan Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Barat.
Lewat bjb T-Samsat, pembayaran pajak kendaraan tahunan dilakukan secara otomatis dengan cara didebet dari rekening nasabah bank bjb. Dengan mekanisme pembayaran otomatis tersebut, nasabah tidak akan merasa terbebani dalam membayar pajak kendaraan.

Prosesnya, pembayaran pajak secara otomatis akan didebet dari rekening nasabah bank bjb secara tepat waktu dan tepat jumlah.

Contohnya, kewajiban pajak dalam satu tahun sebesar Rp1,2 juta. Maka secara otomatis bank bjb akan mengunci dan menyimpan dana di rekening tabungan nasabah bersangkutan sebesar Rp100.000 setiap bulan. Dengan mencicil Rp100.000 per bulan, beban pemilik kendaraan tidak akan seberat ketika harus melunasi dengan membayar Rp1,2 juta.

Untuk memanfaatkan layanan bjb T-Samsat, pemilik kendaraan diharuskan memiliki rekening tabungan bank bjb. Setelah itu, nasabah bisa mendaftaran diri untuk layanan T-Samsat yang terbilang sangat sederhana dan mudah. Nasabah hanya perlu datang ke customer service bank bjb untuk mendaftarkan nomor kendaraan dan nomor telepon genggam dengan membawa fotokopi KTP, STNK, serta buku tabungan atau kartu ATM. Setelah itu, nasabah pemohon akan menerima bukti registrasi bjb T-Samsat.

Cara Registrasi bjb T-Samsat pada bjb DIGI

Registrasi T-Samsat pun dapat dilakukan via aplikasi bjb DIGI. Berikut caranya:

1. Log in di aplikasi bjb DIGI
2. Pada menu Administrasi pilih registrasi T-Samsat.
3. Pilih jenis registrasi dan jenis kendaraan
4. Isi nomor kendaraan
5. Anda akan menerima bukti registrasi bjb T-Samsat dari bjb Mobile pada Inbox

Selanjutnya satu minggu sebelum jatuh tempo, bank bjb akan melakukan pembayatan PKB Anda secara otomatis dengan sistem debet rekening.
Itulah kelebihan T-Samsat bank bjb yang dapat digunakan untuk membayar pajak kendaraan dengan cara dicicil.

Ayo tunggu apalagi? Segera gunakan T-Samsat dan berkendaraan pun akan semakin nyaman karena pajak kendaraan sudah dibayar lunas. *

Bank Bjb Gencarkan Penerapan Transaksi Non-Tunai di Pasar Tanah Abang Jakarta


JAKARTA, SIBER -
Sebagai salah satu upaya untuk memperluas jangkauan transaksi non-tunai bagi masyarakat Indonesia, bank bjb Kantor Cabang S. Parman Jakarta menggelar program "Serbu Pasar Tanah Abang". Program tersebut merupakan inisiasi untuk membantu para pedagang mengaplikasikan sistem pembayaran non-tunai di kios dagang masing-masing.

Berkerjasama dengan PERUMDA Pasar Jaya, bank bjb mensosialisasikan sistem pembayaran melalui scan barcode QRIS. Transaksi non-tunai via QRIS juga sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai metode pembayaran yang aman di masa pandemi karena mencegah kontak langsung saat transaksi.

Bank bjb Kantor Cabang S. Parman Jakarta telah bergerak melakukan implementasi QRIS di kios-kios dagang Pasar Tanah Abang sejak Jumat 4 Juni 2021 hingga saat ini. Berdasarkan data per 2 Juli 2021, sebanyak 891 merchant atau kios dagang di pasar tersebut telah menerapkan sistem pembayaran QRIS.

Proses pengenalan dan implementasi QRIS masih terus berjalan. Ditargetkan, lebih dari 1.000 merchant dapat segera menerapkannya.

Selain Akuisisi QRIS, bank bjb Kantor Cabang S. Parman juga melakukan penawaran sejumlah produk perbankan bank bjb, yakni Kredit UMKM dan bjb BiSA Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif). Kedua program tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pelaku usaha Pasar Tanah Abang.

"Dengan menjadi agen bjb BiSA Laku Pandai, masyarakat dapat memperoleh tambahan pemasukan dari bank bjb sebagai bentuk imbal jasa atas sejumlah jenis pelayanan perbankan yang diberikan kepada masyarakat. Hal ini dapat menjadi titik terang bagi pedagang yang mengalami penurunan pendapatan di tengah pandemi Covid-19," ungkap Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

Sementara itu, akses kredit UMKM bank bjb juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha agar tetap dapat produktif dan menghasilkan di tengah pandemi. *

Sabtu, 24 Juli 2021

M Nuh: Perang Melawan COVID-19, Jangan Menjadi Disersi Sosial dan Spiritual

JAKARTA,- Dewan Pers mengapresiasi penyelenggaraan "PWI Bermunajat: Mengetuk Pintu Langit" yang turut dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara virtual.

Acara dibuka Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari dan tausyiah dibawakan oleh Ustaz Das'ad Latief. Hadir pula Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi dan pengurus PWI Pusat, anggota Dewan Kehormatan, Ilham Bintang, serta anggota PWI dari berbagai daerah di Indonesia.

"Atas nama Dewan Pers, izinkan saya menyampaikan penghargaan luar biasa kepada PWI yang telah mengambil inisiatif untuk melakukan acara yang sungguh luar biasa ini, Bermunajat Mengetuk Pintu Langit. Ada satu ikhtiar yang sungguh luar biasa," kata Ketua Dewan Pers, M. Nuh mengawali sambutannnya.  

M. Nuh meyakini cara merespons kondisi turbulensi seperti sekarang tidak bisa menggunakan logika-logika masa lalu atau usang. "Karena covid ini persoalan baru, maka approach-nya pun baru. Tentunya yang lama bisa dipakai, tetap kita pakai," tutur M. Nuh.

Ia melihat pagebluk ini telah menjadi persoalan kompleks karena berdampak lintas sektor. Maka itu solusinya tidak boleh sederhana. "Nah salah satu approach kompleks itu lintas komponen bangsa. Intinya kebersamaan, partisipasi dari masyarakat keseluruhan menjadi kunci pada saat menyelesaikan persoalan kompleks ini. Saya tidak ada, yang ada adalah kita," kata M. Nuh, menekankan.

"Ketika persoalan saya menjadi persoalan kita, maka aktornya adalah kita, bukan saya," imbuhnya.

M. Nuh pun mengajak seluruh insan pers untuk terus memobilisir sumber daya yang ada di masyarakat dijahit menjadi bagian dari 'kekitaan'. "Yakinlah dengan kekitaan itu persoalan rumit pun InsyaAllah bisa diselesaikan, ditambah lagi hari ini kita bermunajat kepada Allah, hakekatnya yang bisa menyelesaikan persoalan itu Allah, yang bisa menyembuhkan itu Allah," ucapnya.

Rumus terakhir yang ingin ia bagikan adalah menumbuhkan empati terhadap sesama. "Begini Pak Atal, social complexity itu perkembangannya jauh lebih cognitive capacity. Persoalan sosial sudah sampai di sini, tapi pemahaman kita masih di sini sehingga ada gap, ada blank zone, ada wilayah masih gelap yang jadi misteri," tuturnya.

Di wilayah masih abu-abu inilah semua orang diminta berpikir mencari alternatif-alternatif jawaban, termasuk memanfaatkan data-data scientific approach. "Kami sangat yakin panjenengan sudah melakukan itu semua, yaitu ajak semua menumbuhkan partisipasi, empati. Simpati sudah selesai, ndak cukup simpati saja tapi yang dibutuhkan empati, ada suasana emosi tapi ada suasana riil yang bisa kita beri dukungan," jelas M. Nuh.  

Ia sependapat dengan pernyataan Atal. S Depari tentang perang melawan COVID-19. "Begitu kita declare melawan covid, maka harus kita berlindung kepada Allah, jangan menjadi disersi, disersi sosial maupun spiritual," tegas dia.
 
Disersi istilah yang dipakai di dunia kemiliteran, yaitu tentara yang melarikan diri saat perang.

Terkait hal ini, M. Nuh menyerukan sebisa mungkin ikut berpartisipasi perang melawan COVID-19 baik di hulu maupun di hilir. Salah satu persoalan hilir dari COVID-19 yaitu bermunculan anak-anak yatim.

"Saya menghitung berapa yatim baru per tanggal 2 Juli kemarin itu hampir 50 ribu, kalau ditambah sekarang 1500 tiap hari yang meninggal, maka bisa jadi sudah 70 ribu yang yatim baru," ia memperkirakan.

Menurut dia, di antara yatim baru itu bisa saja termasuk keluarga insan pers sendiri. "Oleh karena itu paling tidak kita mengambil sebagian beban dari sebagian yatim-yatim baru itu sebagai bakti kita, tentara yang tidak melakukan disersi baik di hulu sini maupun di hilir," demikian M. Nuh.

Sementara dalam tausyiahnya, Ustaz Das'ad mengajak untuk ambil pelajaran atau pesan moral dari kisah tiga pemuda yang terperangkap di dalam goa sempit.  

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam pernah mengisahkan ada tiga orang pemuda berjalan. Nah karena perjalanannya tiba waktu malam dan pada saat itu tidak ada hotel, tiga pemuda ini masuk ke dalam goa untuk  beristirahat," ulas Ustaz Das'ad.

Ketika mereka tidur, tanpa disadari terjadi gempa dan pintu goa pun tertutup. Pemuda paling senior kemudian mengajak berdoa. "Tidak ada pilihan lain. kita berusaha dulu, berikhtiar dulu, ayo dorong sama-sama satu dua tiga, nggak bisa terbuka. Kita sudah ikhitiar sudah saatnya berdoa," kata dia, bercerita.

Pemuda pertama berdoa dengan mengenang kebaikannya yang mengurusi ibunya setiap hari. Pintu goa pun bisa didorong tapi belum bisa dilewati.

Majulah pemuda kedua berdoa. Ia memohon agar dikabulkan doanya karena telah berhasil menghindar dosa, yaitu tidak melakukan maksiat. Pintu goa kembali bisa digeser walau sedikit.

Tiba giliran pemuda ketiga. Ia memohon kepada Allah SWT agar dikabulkan doanya karena telah menjaga amanah. Akhirnya pintu goa terbuka lebar dan mereka bertiga bisa keluar.

"Sederhana kisah yang kita dengr tadi, tapi pesan moralnya sangat kuat. Pertama, tidak ada manusia tidak ada masalah, percaya itu. Ini tiga orang di dalam goa yang sangat kecil, tidak sampai 2x2 meter, tapi mereka punya masalah apalagi bangsa Indonesia," jelasnya.

Dari sini pesan moral yang bisa diambil adalah ketika datang masalah berdoalah kepada Allah. "Alhamdulillah wartawan sekarang ramai yang rajin berdoa, anggota PWI sekarang saya lihat hebat berdoa, tapi sayangnya berdoanya bukan selesai sholat, ketika pegang handphone update status 'mudah-mudahan wabah segera berlalu,' 10 menit kemudian update status lagi di Facebooknya 'mudah-mudahan semua cepat berlalu.' Memangnya Tuhan baca statusmu," ucapnya berkelakar.

"Lalu bagaimana berdoa? berdoa di atas sajadah bukan di Instagram, bukan di Facebook," imbuhnya.  

Ustaz Das'ad juga mengingatkan pesan Nabi Muhammad SAW jika ingin doa cepat dikabulkan Allah SWT. "Birrul walidain, berbuat baiklah kepada kedua orangtuamu. Kalau masih pejabat Indonesia, pejabat dinas lebih hormat kepada manajernya, kepada atasannya dibandingkan orangtuanya demi Allah cara apapun yang kau lakukan menurut garis keimanan, susah selesai masalah," tegasnya.

Kedua, agar doa cepat dijabah Allah, yaitu, dengan menghilangkan kemaksiatan dan kemungkaran. "Wabah ini telah menelan ribuan anak bangsa, jutaan yang hilang lapanan pekerjaannya, ratusan orang yang hilang keluarganya karena wabah ini tapi ternyata masih ada pengusaha yang menjadi wabah ini ladang bisnis, dia hisap darah anak bangsa, dia teriak saya Pancasila, saya NKRI tapi alkes dijadikan bisnis mengerikan," kritiknya.

Ia menyayangkan dalam situasi wabah seperti ini masih ada politisi menjadikan panggung politik. "Nauzubillah mindalik. Ingat Saudara, jabatan, umur, niaga ada batasnya. Tapi jika engkau mengambil kesempatan berbisnis, mengambil kesempatan ini memperkaya diri sendiri tunggulah kau malaikat, sampai berapa umurmu," ujarnya memberi peringatan.

"Ada jurnalis mengambil ini cari muka ke pemerintah, tunggu, kau dapat sakratul maut," sentilnya, lebih lanjut.

Ketika dihadapi wabah COVID-19 ini semestinya disambut dengan ahsanul amalan yaitu berbuat amal baik. "Allah memberikan wabah ini, Allah jadikan cobaan ini sebagai ujian di antara kalian siapa yang lebih banyak manfaatnya buat orang lain maka teman-teman jurnalis mari mengambil kesempatan, bagian dari wabah ini dngan cara mencerdasakan kehidupan bangsa, memberikan informasi baik, memberikan berita-berita mendidik, bukan yang meneror," pintanya.

Dan, masih kata Ustaz Das'ad, pesan moral ketiga adalah memegang amanah tanggung jawab jabatan dengan teguh.

Acara diakhiri dengan doa dipandu Ustaz Das'ad.* 

Olahraga

Mancanegara

Top 5

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT