Headline News
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

19 Oktober 2018

Kampung Toleransi Hadir di Kelurahan Babakan

Bandung, SIBER- Setelah di Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong dan di Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler, kini Kota Bandung kembali memiliki Kampung Toleransi. Kampung berada di RW 12 Komplek Dian Permai Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung.

Secara demografi, penduduk kawasan ini beragam. Tak hanya etnis Sunda, di kawasan ini dijuga dihuni oleh etnis lainnya seperti etnis Tionghoa. Agama yang tumbuh di kampung ini di antaranya, Islam, Kristen, Budha, dan Hindu.

Dengan keberagaman latarbelakang, kampung ini mampu Mengumpulkan uang sebesar Rp25.000 per rumah. Uang tersebut digunakan untuk membantu kebutuhan bagi keluarga yang kurang mampu.

"Mang Oded selalu mengapresiasi jika di suatu daerah hadir toleransi. Meski beragam, warga tetap saling bersatu," ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat acara Peresmian Kampung Toleransi Umat Beragama, di RW 12 Komplek Dian Permai Keluahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay, Kamis (18/10/2018).

Oded yakin, kerukunan beragama di Kota Bandung selalu mengedepankan saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

"Urusan kerukunan memang hatus harus dikedepankan. Itu bisa terwujud ketika urusan toleransi ini berkembang dan tumbuh," kata Oded.

"RW 12 ini saya lihat ini sudah bagus. Saya yakin lokasi ini bisa menjadi contoh untuk RW yang lain di Kota Bandung," tuturnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, kampung toleransi merupakan miniatur dari sebuah sikap toleransi di Negara Republik Indonesia.

"Peresmian kampung toleransi ini yang ketiga. Tetapi sesungguhnya toleransi di sini sudah lama tumbuh. Peresmian ini untuk lebih memotivasi dan memberikan penguatan dalam toleransi kehidupan beragama, juga sebagai bentuk penegasan dan penguatan," jelasnya.

Sedangkan Camat Babakan Ciparay, Momon Ahmad mengungkapkan, kebersamaan hadir di wilayah tersebut melalui pertemuan dan silahturahmi yang rutin digelar warga.

"Antara umat beragama di sini saling membantu, gotong royong seperti jaga malam pun ikut serta warganya. Intinya sering silaturahim, setiap malam minggu berkimpul juga Ngaliwet (makan) bersama. Ini dijadikan media untuk silaturahim," kata Momon.

Sementara itu, Ketua Kampung Toleransi Kelurahan Babakan, Yuyu, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah mendukung hadirnya kampung toleransi itu.

"Kami bangga karena Kota Bandung ini terus menghadirkan kerukunan. Maka hadirnya kampung toleransi kita bersyukur sekali," ujarnya.

"Dengan adanya kampung ini tidak semudah membalikan telapak tangan. Tidak lancar seperti jalan tol, ada rintangan dan halangan. Tetapi saya bersama warga maju terus untuk menghadirkan lingkungan yang nyaman ini," tuturnya. *red

10 Oktober 2018

Great Sale dan Light Fest Jadi Puncak HJKB ke 208

Bandung, SIBER - Masih dalam rangka Hari Jadi ke-208 Kota Bandung,  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Bandung Great Sale dan Bandung Light Fest.

Bandung Great Sale digelar pada 14 Oktober sampai 11 November 2018. Seluruh pusat perbelanjaan turut serta dalam diskon besar-besaran hingga 70 persen ini. Tahun ini, Bandung Great Sale bertema "1001 Malam".

"Tak hanya pusat perbelanjaan, rumah sakit juga memberikan diskon khusus," kata Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Partiwisata Kota Bandung, Aswin Sulaiman saat Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Selasa (9/10/2018).

Selain itu, pada 21 Otober 2018 juga akan digelar Halal Food Culinary di Jalan Sukarno. Acara ini akan menyajikan sekitar 50 jenis makanan asli Sunda.

Sedangkan untuk Bandung Light Fest, Aswin mengungkapkan akan digelar pada 21 Oktober 2018. Tahun ini, rutenya berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Tahun ini, peserta tidak hanya dari SKPD di lingkungan Pemkot Bandung, tapi melibatkan masyarakat. bahkan yang ditampilan bukan hanya mobil bertemakan 1001 malam, namun ada juga arak-arakan dari masyarakat," ujarnya.

Tahun ini, rute Bandung Light Fest kali ini lebih pendek. Tahun ini, Bandung Light Fest akan dimulai dari Jalan Merdeka, Lemblong, Tamblong, Asia-Afrika, dan berhenti di Hotel Savoy Homan. GREAT SALE DAN LIGHT FEST BAKAL TUTUP KEMERIAHAN HARI JADI KOTA BANDUNG


Masih dalam rangka Hari Jadi ke-208 Kota Bandung,  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Bandung Great Sale dan Bandung Light Fest.

Bandung Great Sale digelar pada 14 Oktober sampai 11 November 2018. Seluruh pusat perbelanjaan turut serta dalam diskon besar-besaran hingga 70 persen ini. Tahun ini, Bandung Great Sale bertema "1001 Malam".

"Tak hanya pusat perbelanjaan, rumah sakit juga memberikan diskon khusus," kata Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Partiwisata Kota Bandung, Aswin Sulaiman saat Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Selasa (9/10/2018).

Selain itu, pada 21 Otober 2018 juga akan digelar Halal Food Culinary di Jalan Sukarno. Acara ini akan menyajikan sekitar 50 jenis makanan asli Sunda.

Sedangkan untuk Bandung Light Fest, Aswin mengungkapkan akan digelar pada 21 Oktober 2018. Tahun ini, rutenya berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Tahun ini, peserta tidak hanya dari SKPD di lingkungan Pemkot Bandung, tapi melibatkan masyarakat. bahkan yang ditampilan bukan hanya mobil bertemakan 1001 malam, namun ada juga arak-arakan dari masyarakat," ujarnya.

Tahun ini, rute Bandung Light Fest kali ini lebih pendek. Tahun ini, Bandung Light Fest akan dimulai dari Jalan Merdeka, Lemblong, Tamblong, Asia-Afrika, dan berhenti di Hotel Savoy Homan. Red

17 Juli 2018

Menpar Menilai Pariwisata Kota Bandung Meningkat

Bandung, SIBER - Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya memastikan wisata di Kota Bandung telah paripurna. Mulai dari atraksi, aksesibilitas, hingga amenitas (3A) Kota Bandung sudah lengkap.

"Atraksi, yang dimiliki Kota Bandung bahkan sudah mencapai kelas dunia," ujar Arief usai menghadiri acara Halalbihalal dan Gebyar Seni Budaya Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi), di Kampus STIE Ekuitas Jalan PHH.. Mustofa, Minggu, (15/7/2018).

Arief menilai, kegiatan pariwisata di Kota Bandung semakin berkembang. Ia mencontohkan yaitu tren fesyen yang terus melejit.

"Bandung ini pusat fesyen. Di Indonesia nggak ada yang mengalahkan," ujarnya.

Namun Arief menyarankan dalam hal Aksesibilitas wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung harus dikembangkan. Menurutnya, Bandara Internasional Husein Sastranegara sudah tidak mampu lagi menampung wisatawan yang datang ke Bandung. Dengan menggunakan bandara tersebut, Arief menyampaikan, maksimal wistawan yang datang itu sekitar 500.000 orang.

Selain itu, ia mencontohkan, perjalanan Jakarta- Bandung kini ditempuh 4-5 jam. Sedangkan  wisatawan menginginkan perjalanan yang kurang dari 2 jam. Maka salah satu solusinya yaitu dengan akses yang lebih baik dan waktu yang singkat.

"Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJB) salah satu opsi akses yang perlu diandalkan. Jika ada 'direct flight' di sana, itu bisa kurang dari 2 jam perjalanan, kalau tolnya sudah selesai," katanya.

"500.000 wisatawan tetap kita dapat melalui (bandara) Husein. (Ditambah BIJB) Kita prediksi, Bandung bisa mencapai kunjungan 2 juta wisatawan. Nah jika dengan jumlah segitu maka terdapat 2 miliar dolar akan beredar atau sekitar Rp30 triliun itu akan bagus," tambah Arief.

Mengenai wisata Halal, Arief menyampaikan, dengan memiliki 3A,  Kota Bandung maka akan semakin mudah menghadirkan wisata halal. Salah satu yang digemari oleh wisatawan yang datang ke Bandung adalah fesyen. Khusus wisata halal, Kota Bandung bisa memberikan beberapa nama, asalkan bisa menarik wisatawan.

"Pakain muslim itu banyak digemari oleh siapapun. Menjadikan Bandung sebagai pusat mode fesyen. Dengan memberikan nama Halal Turism, akan lebih mudah dan umum. Iitu kan friendly untuk semua wisatawan," ujar Arief.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memastikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memperkuat destinasi yang telah ada.

"Jika ingin memperkuat destinasi wisata, dibutuhkan sikap proiritas untuk destinasi yang akan dikembangkan," katanya.

Terkait wisata halal, oded memprioritaskan dari segi makanan atau kuliner dan tempat ibadah. Menurutnya, dua hal tersebut menjadi hal utama untuk kegiatan wisatawan yang datang nantinya.

"Tentu jika sudah di-branding sebagai wisata halal, maka tempat destinasi seperti kuliner harus halal dan dilengkapi dengan musala yang bagus jadi orang lebih nyaman," ujar Oded.

Ia pun menyarankan beberapa tempat yang sering dikunjungi wisatawan, seperti pusat perbelanjaan perlu memperbaiki tempat ibadah.

"Seperti di Pasar Baru itu perlu memperbaiki tempat ibadah agar lebih nyaman dan lebih bagus," ujarnya. Red

29 Januari 2018

Kota Bandung Sabet Penghargaan Asean Clean Tourist City Standard Award 2018

Bandung, SIBER - Kota Bandung kembali meraih penghargaan tingkat internasional. Kali ini, Kota Bandung meraih penghargaan ASEAN Clean Tourist City Standard Award atau Kota Wisata Bersih dari ASEAN Tourism Forum 2018. Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang ASEAN Tourism Association (ASEANTA) 2018 di Chiang Mai, Thailand pada 26 Januari 2018.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengungkapkan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Sebab, penilaian yang dilakukan sejak Juni 2017 itu melibatkan sejumlah pihak.

"Kita mendapat penghargaan ini salah satunya ditunjang oleh berbagai even lainnya. Bandung baru saja meraih Adipura, juga penghargaan Kota Sehat, penghargaan Langit Biru dari ASEAN, dan sebagainya. Maka ini adalah kerja bersama, bukan Disbudpar  saja," tutur Kenny, Senin (29/1/2018).

Ia menuturkan, ada empat titik yang menjadi lokasi penilaian. Keempat lokasi tersebut yaitu kawasan wisata sejarah Ganesha-Gedung Sate, kawasan wisata belanja dan kuliner kreatif Jalan L.L.R.E. Martadinata, kawasan wisata warisan budaya Alun-Alun-Braga, serta kawasan wisata taman kota ruas Jalan Aceh –Jalan L.L.R.E. Martadinata.

Selain karena tercantum pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2012-2025, keempat lokasi tersebut dipilih karena dianggap dapat mewakili Kota Bandung sebagai destinasi wisata.

Kenny menambahkan, ada 25 kriteria yang menjadi bahan penilaian, mulai dari perencanaan kota, peraturan lingkungan, perlawanan terhadap polusi, penggunaan energi berkelanjutan oleh usaha wisata, kualitas pengumpulan dan penyimpanan limbah, hingga strategi peningkatan kesadaran wisatawan terkait kebersihan dan lingkungan.

Metode yang dilakukan adalah pengisian kuesioner, kelengkapan administrasi, wawancara, hingga peninjauan langsung oleh tim penilai. Dalam pengisian kelengkapan data administrasi, Disbudpar Kota Bandung dibantu oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung bekerja sama dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sampai kepolisian.

"Tapi saat tinjauan lapangannya, kita tidak tahu kapan. Mungkin tanpa kita ketahui. Tapi kalau proses pengisian kuesioner dan wawancara itu dilakukan selama Juni," jelas Kenny.

Diraihnya penghargaan tersebut, bagi Kenny, menjadi motivasi agar seluruh pihak terus menyukseskan program pariwisata Kota Bandung. Untuk itu, ia mengimbau warga terus mendukung Kota Bandung menjadi kota yang aman, nyaman, bersih, ramah, dan memberi kenangan untuk siapapun yang mengunjunginya.

"Karena Kota Bandung ini sudah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik dan ASEAN. Jadi kami berharap seluruh pihak, khususnya warga Kota Bandung bisa turut mendukung hal ini," pintanya.

Pada ajang bergengsi tingkat ASEAN itu, nama Indonesia banyak disebut sebagai peraih juara. Terhitung, ada 15 kategori yang disabet oleh Indonesia, di antaranya Gelar Best ASEAN Tourism Photo "Melasti Ceremony" yang diraih Agung Prameswara. Setelah itu, Best ASEAN New Tourism Attraction in the Region "Surfing the Sand Dunes of Bantul, Yogyakarta" oleh Lintang Buana Tourism Services. Terakhir, penghargaan Best ASEAN Airlines Program "Ayo Liburan" oleh Garuda Indonesia.

"Makanya Indonesia menjadi juara umum di ajang tersebut. Khusus untuk Kota Bandung nanti kita minta pialanya ke Pak Menteri," ujar Kenny seraya berkelakar.

Penghargaan yang diterima Indonesia diterima  langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia juga mewakili Kota Bandung karena Pemkot Bandung tidak dapat memenuhi undangan untuk menghadiri malam penganugerahan. Hal itu dikarenakan tidak mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri untuk ke luar negeri.

Red/


18 Februari 2016

Cap Go Meh di Manado Diserbu Wisatawan Tiongkok

Promosi besar-besaran yang dilakukan Kementerian Pariwisata mulai menunjukkan hasil. Setelah Bali dan Batam, sekarang giliran Manado yang diserbu 500-an turis asal Negeri Tirai Bambu.

Wisatawan tersebut masuk melalui Bandara Sam Ratulangi untuk menikmati Cap Go Meh  di Manado. Turis Tiongkok tersebut diangkut 3 pesawat charter dari Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air. Sebagian turis-turis tadi datang sejak sebelum libur Imlek 2016.

"Sulawesi Utara itu secara geografis sudah bagus, posisinya lebih dekat dari Tiongkok," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta.

"Soal atraksi? Jangan ditanya lagi, Manado punya banyak kekuatan. Punya gunung, punya laut, punya kuliner yang hebat-hebat? Budaya sosial masyarakatnya juga welcome dengan turis? Tinggal aksesibilitas, direct flight dan yang lebih penting, mempromosikan destinasi Manado ke pasar China," tambah Menpar Arief Yahya.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey juga sangat resonsif. Orang nomor satu di Sulut itu turun langsung menyambut turis-turis asal Guangzhou dan Chengdu, Tiongkok itu. Sambutan sukacita juga diberikan otoritas bandara serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sulut, sesaat setelah para turis turun. Alunan musik Kolintang dan pertunjukan Barongsai langsung menyapa .  

Begitu juga musik bambu khas Manado juga juga ikut dimainkan. “Ini sejarah. Belum ada turis Tiongkok yang datang berkelompok sebanyak ini. Saya berterima kasih kepada bantuan promosi Kementerian Pariwisata karena pariwisata Sulawesi Utara bisa berkibar kemana-mana,” papar Gubernur Olly Dondokambey yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut Happy Korah, Selasa (16/2).

Semangat Gubernur  yang baru dilantik Presiden Jokowi, 12 Februari 2016 itu sejalan dengan skenario besar pariwisata nasional. Seperti yang disampaikan Happy Korah, peluang merebut pasar Tiongkok sangat terbuka. Ia berharap, kedatangan Wisman Tiongkok bisa menjadi tonggak sejarah kebangkitan pariwisata Sulut dan mendorong perekonomian daerah.

“Dengan ini, peringkat Kota Manado sebagai tujuan pariwisata dunia di Indonesia bakal meningkat,” ucapnya. Karenanya, penyambutan di Sam Ratulangi pun dibuat meriah. “Wisman asal Tiongkok ini akan stay di Manado selama lima hari empat malam. Mereka akan menyasar spot-spot wisata di Minut, Tomohon dan Bitundig,” tambah Korah.

Dari paparan Korah, tujuan Wisman Tiongkok berlibur tak lain untuk merayakan Cap Go Meh. “Semua akan datang ke banyak tempat seperti Lembeh, Lihaga, Bunaken, dan lainnya.  Selain itu, akan juga mencoba kuliner khas Manado,” ungkapnya.

Korah pun berasumsi, peningkatan kunjungan ini bakal mempercepat realisasi sejuta turis hingga Tahun 2020. “Pasti tahun 2018 sudah bisa tercapai,” ungkapnya yakin.

Menurut Korah, ada banyak manfaat yang diterima Sulut. Menurutnya, ini menciptakan multiplier effect bagi perekonomian. “Perhotelan, transportasi, serta UMKM akan terdampak. Lebih lagi untuk usaha di bidang kuliner, souvenir, dan usaha wisata lainnya,” ujarnya. (*)
 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT