Headline News
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

30 September 2025

Tim Hukum Ungkap Terkait Lahan SMAN 1, PLK Tak Punya Hak Ajukan Kasasi

BANDUNG, SIBER -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan pasang badan terkait permohonan kasasi dari Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK, dahulu penggugat) terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 131/B/2025/PT.TUN.JKT tanggal 3 September 2025 terkait sengketa di SMAN 1 Bandung. Dalam putusan tersebut, majelis hakim menolak seluruh gugatan yang diajukan PLK terkait status kepemilikan lahan SMAN 1 Bandung.

Perwakilan Tim Hukum Pemprov Jabar, Jutek Bongso mengatakan, PLK sama sekali tidak memiliki hak untuk mengajukan gugatan maupun kasasi. Sebab, sejak 28 Agustus 2025 telah ditetapkan Surat Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-08.AH.01.43 Tahun 2025 yang menyatakan pencabutan badan hukum Perkumpulan Lyceum Kristen. Merujuk ketentuan Pasal 53 ayat (1) UU Nomor 9 Tahun 2004, pihak yang dapat mengajukan gugatan adalah orang atau badan hukum perdata. Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum RI tersebut, Perkumpulan Lyceum Kristen sudah bukan lagi berbadan hukum.

"Gugatan ini terlalu mengada-ada, legal standing ini jadi pertanyaan. Tahun '60-an PLK sudah dinyatakan organisasi terlarang di Indonesia. Lalu, tahun 2017 terbit kembali dan diakui negara. Itu bermasalah, makanya kami ajukan bukti ke Kementerian Hukum dan mereka mengoreksi putusannya," ungkapnya pada Konferensi Pers yang digelar di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (30/9/2025).

Ia menjelaskan, Gubernur Jawa Barat melalui Surat Nomor 7823/HK.04/HUKHAM tanggal 23 September 2025 yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung telah memberitahukan mengenai pencabutan badan hukum Perkumpulan Lyceum Kristen. Selanjutnya, Gubernur juga memohon agar Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dapat memberikan sikap terhadap permohonan upaya hukum kasasi yang diajukan oleh Perkumpulan Lyceum Kristen tersebut demi terlaksananya peradilan yang jujur, adil, dan profesional.

Pihaknya bukan hanya siap menghadapi kasasi, tetapi juga berencana menempuh laporan pidana kepada PLK karena diduga terdapat keterangan palsu dalam pendirian organisasi pada 2017 silam. "Kami menduga dan bukti-bukti masih dikaji, tapi logikanya kan tahun '60-an sudah dilarang, kok tahun 2017 bisa hidup lagi, itu gimana caranya?" jelasnya.

Jutek pun mengimbau kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Bandung untuk tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. "Kepada siswa, guru, keluarga besar, dan alumni SMANSA tenanglah, belajar seperti biasa saja. Permasalahan ini sudah ada yang mengurus, baik oleh kami, Biro Hukum maupun Disdik Jabar," tegasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar, Deden Saepul Hidayat pun mengucapkan terima kasih atas dukungan Tim Hukum Jabar dan Biro Hukum Jabar dalam menyelesaikan permasalahan lahan di SMAN 1 Bandung. "Mudah-mudahan pihak tertentu memahami ini dan kami yakin di negeri ini masih ada kepastian hukum," terangnya.

Analis Hukum Ahli Madya di Biro Hukum Sekretariat Daerah Jabar, Arief Nadjemudin juga meyakini, berdasarkan dalil dan fakta yang ada, pencabutan kepengurusan organisasi PLK ini akan menjadi bukti utama dalam persiapan menghadapi kasasi. "Kami terus berkolaborasi dengan Tim Hukum Gubernur, Disdik Jabar serta tim advokasi dari alumni SMAN 1 Bandung," pungkasnya.

***

26 September 2025

Kabid PSMK: Karakter Kuat, Lulusan SMK Bisa Bekerja Dimanapun

BANDUNG SIBER -- Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Jawa Barat (Jabar), Edy Purwanto menyampaikan, jika karakter dan pendidikannya kuat, lulusan SMK bisa bekerja di mana pun.

"Maka, Panca Waluya adalah upaya untuk mendidik anak-anak kita dan bagaimana sekolah mengubah anak-anak menjadi siap bekerja setelah tamat pendidikan di SMK," tuturnya pada Sosialisasi Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri bagi Lulusan SMK di Ballroom Metland Hotel, Kab. Majalengka, Jumat (26/9/2025).

Ia pun mendorong adanya inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar mampu menyiapkan lulusan SMK yang kompeten. "Sekolah jangan hanya berpikir tentang keahlian hari ini, tapi harus melihat kebutuhan lima tahun ke depan. Penguasaan bahasa asing dan skill harus mulai dipersiapkan," ungkapnya.

Karena itu, ia mengapresiasi peran Metland College sebagai kolaborator yang memberi jembatan bagi para lulusan SMK agar bisa bekerja di luar negeri. "Sebab, pendidikan kejuruan bukan tentang masuk sekolah, tapi soal bagaimana menyiapkan lulusan agar siap bekerja, berwirausaha, ataupun melanjutkan pendidikan," imbuhnya.

Wakil Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Purwantono pun berharap, sosialisasi ini dapat mendorong siswa untuk terus belajar dan memanfaatkan peluang kerja ke luar negeri seperti China dan Jepang. "Tantangan saat ini adalah anak ke luar negeri hanya untuk magang, belum menjadi karyawan tetap. Harus ada transformasi dari helper menjadi worker dan worker menjadi employee (karyawan) yang memiliki karya," ungkapnya.

Ia pun menjabarkan empat kelemahan yang harus diatasi oleh siswa agar mampu bersaing. Yakni, kurangnya rasa percaya diri, lemahnya kemampuan komunikasi, kepemimpinan serta penguasaan bahasa Inggris.

Sedangkan Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdi Danar Prabawa mengatakan, pendidikan vokasi harus bisa menghasilkan lulusan dengan standar yang jelas, termasuk kemampuan berbahasa.

"Fokus utama pemerintah Indonesia untuk menyiapkan pekerja migran Indonesia adalah memastikan pekerja tersebut kompeten dan menjamin perlindungan pekerja," katanya.

Ke depan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Kemendikdasmen, khususnya Direktorat Jenderal Vokasi untuk membuat ekosistem seputar informasi bekerja ke luar negeri. "Sehingga, siswa SMK akan mendapatkan informasi kerja ke luar negeri secara jelas dengan sistem informasi yang seragam," terangnya.

Sebanyak 150 siswa Jabar mengikuti sosialisasi tersebut. Selain paparan dari pemateri, ada juga sesi berbagi dari siswa lulusan SMK yang telah bekerja di luar negeri.

17 September 2025

Tatang Muttaqin Tinjau Program Magang Guru SMK di Industri

BANDUNG, SIBER -- Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqin meninjau pelaksanaan magang industri bagi guru SMK Jabar, Rabu (17/9/2025).

Puluhan guru SMK Jabar mengikuti program magang di industri yang dipusatkan di lima tempat berbeda dengan beragam kompetensi keahlian. Lima tempat tersebut yakni Four Points Hotel, Universitas Tarumanegara, Intercontinental Dago Pakar Hotel, Holiday Inn Pasteur Hotel, dan Harris Hotel and Conventions Festival Citylink.

"Program ini sangat penting untuk mendekatkan pembelajaran di kelas dengan kenyataan di industri. Ini memberikan pengetahuan baru bagi guru dan skill yang ditingkatkan," ungkapnya.

Selain terus menggali pengetahuan, lanjut Tatang, program ini pun diharapkan mampu meningkatkan skill yang sudah dimiliki. Jadi, keahliannya ditingkatkan. "Misalnya, akuntansi yang sekarang udah bergeser dengan sinkronisasi melalui aplikasi atau pastry dengan mengenal alat yang memadai serta komposisi bumbu yang dimiliki oleh hotel. Standar ini bisa untuk pembelajaran di kelas," terangnya.

Tatang pun mengajak seluruh guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. "Para guru harus terus berkembang, baik secara mandiri ataupun mengikuti program-program seperti ini," ujarnya.

Salah satu guru, Sulastri mengaku mendapatkan banyak hal baru dari program magang tersebut. "Program ini bagus, jadi bikin skill kita bertambah dengan standar yang berbeda dari yang ada di sekolah. Ini jadi bekal untuk kita mengajarkan kembali kepada anak-anak di sekolah," tutur guru SMKN 1 Tirtamulya Kab. Karawang ini.

16 September 2025

Disdik Jabar Luncurkan Buku Vokasional untuk SLB

BANDUNG, SIBER -- Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat membuat buku  membangun model pendidikan vokasional di SLB.

Sekdisdik menilai, guru SLB luar biasa karena mampu mendidik anak yang (misal) awalnya tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan atau yang tidak bisa berbicara menjadi mampu berbicara. Namun, Sekdisdik menekankan pentingnya melanjutkan keberhasilan tersebut ke tahap berikutnya, yakni memastikan anak memiliki masa depan setelah lulus.

"Keberhasilan pendidikan bukan hanya pada capaian akademik, melainkan pada kemandirian anak, memastikan mereka memiliki masa depan cerah setelah lulus sekolah," ungkap Sekdisdik dalam peluncuran buku Penguatan Model Program Vokasional Berbasis Lingkungan pada Siswa SLB dan Pedoman Model Program Vokasional Berbasis Lingkungan untuk Siswa SLB di SLBN Cileunyi, Kab. Bandung, Selasa (16/9/2025).

Hal ini, menurutnya, didasari kenyataan bahwa kesempatan kerja bagi lulusan dari SLB masih sangat terbatas sehingga harus disiapkan kemandirian sejak dini.

Sekdisdik melihat bahwa setiap anak memiliki potensi yang bisa dikembangkan sesuai minat dan bakatnya. Anak-anak diarahkan belajar keterampilan sesuai bidangnya, seperti musik dan lainnya agar mereka tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang menjamin kemandirian dan siap menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.

"Kita semua sepakat agar anak-anak kita sejahtera dan mandiri itu hanya satu, pendidikan vokasional yang sesuai bagi mereka," tegasnya.

Sekdisdik pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terbitnya buku tersebut. "Alhamdulillah buku ini bisa di-review dan mendapat banyak masukan dari para profesor dan nanti saya akan coba membuat (buku) lagi yang lebih bagus," ucapnya.

Peluncuran buku tersebut dihadiri pula oleh Prof. Dr. Achmad Hufad dan Prof. Dr. Endang Rachyadi. Sebagai seorang dosen dan reviewer, Prof. Dr. Achmad Hufad menyatakan bahwa buku tersebut layak dan baik.

"Renungkan, replikasikan, dan jika mungkin diadopsi sebagai referensi dalam sebuah praktik kerja sebagai penggerak di bidang sekolah luar biasa. Mari kita lanjutkan untuk pendidikan vokasi bagi lulusan SLB," usulnya.

Senada, Prof. Dr. Rachyadi pun mengapresiasi peluncuran dua buku tersebut. Menurutnya, peluncuran buku ini adalah langkah awal dan jika ditindaklanjuti akan membawa kemajuan bagi Jawa Barat.

"Melalui Pak Deden, saya berharap Jawa Barat menjadi pionir di Indonesia. Kedua buku ini bagi saya merupakan sebuah pesan yang sudah lama saya dambakan," ungkapnya.

Peluncuran buku tersebut juga dihadiri oleh kepala SLB negeri dan swasta se-Jawa Barat.

 

12 September 2025

Berhasil Berangkatkan Umrah Siswa dan Guru, Kabid PSMA Apresiasi SMAN 1 Padalarang

PADALARANG, SIBER - Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan Jawa Barat, Iis Rostiasih mengapresiasi SMAN 1 Padalarang yang konsisten memberikan beasiswa umrah bagi siswa dan guru tenaga kependidikan penghafal Al-Qur'an. Beasiswa tersebut bersumber dari infak harian sebesar Rp500 dari siswa dan Rp1.000 dari guru per hari selama satu tahun.

Ia menilai, program ini sejalan dengan program Tujuh Kebiasaan Anak Hebat Indonesia, khususnya kebiasaan beribadah. Selain itu, program ini juga merupakan perwujudan pendidikan karakter Gapura Panca Waluya.

"Respons mereka yang menyisihkan uang lima ratus rupiah per hari sebagai bentuk kerja sama dan empati untuk umrah merupakan perilaku yang sangat baik, sekaligus bagian dari karakter Panca Waluya yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Mudah-mudahan ini berlanjut dan terus memotivasi siswa serta sekolah lainnya," ungkap Iis di sela-sela acara, Jumat (12/9/2025).

Iis menjelaskan, inovasi ini mampu menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama. Dengan gotong royong, para siswa dapat memberangkatkan guru maupun rekan mereka untuk umrah. "Ke depan, semoga anak-anak ini sudah terbiasa dan bisa mengumrahkan kedua orang tuanya," harapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Sub-Bagian Tata Usaha Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Iim Imandala. Kegiatan ini sangat sejalan dengan pendidikan karakter Panca Waluya dan diharapkan bisa menginspirasi satuan pendidikan lainnya.

"Apalagi ini kan tahfiz dan mendapatkan kesempatan umrah, ini pasti akan memotivasi banyak siswa," terangnya.

SMAN 1 Padalarang Berangkatkan Siswa dan Guru dengan Infak Rp 500 Per Hari

BANDUNG, SIBER -- Melalui program Beasiswa Umrah tahun 2025, SMAN 1 Padalarang kembali memberangkatkan siswa dan guru tenaga kependidikan penghafal Al-Qur'an untuk umrah.

Siswa kelas XII, Muhammad Dava Nazril Putra meraih nilai tertinggi pada Munaqosah Tahfidzul Qur'an yang digelar di sekolah, Jumat (12/9/2025).

Dava akan ditemani guru biologi, Tias Rahayuningsih yang terpilih dalam seleksi antarguru dan tenaga kependidikan SMAN 1 Padalarang.

"Alhamdulillah, program pendidikan karakter yang sesuai dengan arahan Gubernur secara riil sudah kita lakukan sejak saya bertugas di SMAN 1 Padalarang," ungkap Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina.

Ia menjelaskan, beasiswa umrah ini bersumber dari infak harian para siswa dan guru tenaga kependidikan di sekolah. "Walaupun hanya mengumpulkan Rp500 per hari untuk siswa dan Rp1.000 per hari untuk guru selama setahun, dengan disiplin serta dibantu para guru dan wali kelas, alhamdulillah bisa memberangkatkan guru dan siswa untuk umrah," terangnya.

Infak ini, lanjutnya, merupakan perwujudan semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan sekolah, sekaligus praktik baik untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. "Ini juga latihan bagi siswa ketika terjun di masyarakat, dengan jumlah uang yang kecil, jika dihimpun bersama bisa mewujudkan tujuan yang sangat baik. Kebaikan harus terus kita tanamkan agar mereka menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya," harapnya.

Program ini pun, tambahnya, sangat sejalan dengan Gapura Panca Waluya yang dicanangkan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. "Melalui pendidikan karakter ini, siswa dilatih memiliki empati, gotong royong, dan disiplin. Itu semua merupakan wujud nyata dari implementasi Panca Waluya," imbuhnya.

Sementara itu, Dava mengaku tak menyangka bisa mendapatkan kesempatan umrah ke Tanah Suci Makkah. "Saya enggak nyangka bisa sampai di titik ini. Pasti karena doa orang tua dan juga dukungan teman-teman. Terima kasih kepada Allah atas izin-Nya saya diundang ke Tanah Suci dalam waktu dekat ini. Perasaan saya sangat senang," ungkap siswa kelas XII-2 tersebut.

Ia pun sangat mengapresiasi program Beasiswa Umrah yang dicanangkan sekolahnya. "Program ini bagus karena jarang ada di sekolah, juga memotivasi para siswa penghafal Al-Qur'an untuk lebih semangat," katanya.

Kegiatan munaqosah tersebut merupakan rangkaian Dies Natalis Ke-58 SMAN 1 Padalarang.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Jabar, Iis Rostiasih serta Kepala Sub-Bagian Tata Usaha Kantor Cabang Pendidikan Wilayah VI, Iim Imandala turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Rencananya, mereka akan berangkat umrah pada 24 September 2025. ***

11 September 2025

Kemendikdasmen dan Disdik Jabar Segera Perbaiki Fasilitas SMKN 1 Cileungsi Akibat Atap Roboh

BOGOR, SIBER - Pasca robohnya atap bangunan sekolah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto mengunjungi SMKN 1 Cileungsi, Kab. Bogor, Kamis (11/9/2025).

Sebelumnya, atap empat ruang kelas di Gedung C SMKN 1 Cileungsi roboh pada Selasa (9/9/2025) pukul 09.15 WIB saat berlangsung kegiatan belajar mengajar serta sosialisasi sertifikasi kerja bagi siswa kelas XII.

Sebanyak 31 siswa dan dua guru mengalami luka akibat tertimpa bangunan. Beberapa di antaranya masih dirawat di rumah sakit terdekat.

Mendikdasmen pun memastikan akan segera memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak. Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran perbaikan sebesar Rp2 miliar untuk memperbaiki bangunan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan.

"Semua sudah terjadi dan nanti akan diperbaiki. Sudah ada alokasi anggaran tahun 2025. Sehingga, setelah ini akan ada follow up dari Pak Direktur SMK untuk langsung berkoordinasi dengan Ibu Kepala Sekolah," ungkapnya.

Senada, Kadisdik pun menjelaskan, SMKN 1 Cileungsi telah mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru (RKB) sebanyak enam kelas. "Kelas sejenis akan direhab bekerja sama dengan kementerian, sharing. Sebelumnya, kita juga sudah anggarkan enam RKB untuk SMKN 1 Cileungsi dan masih dalam pembangunan," terangnya.

Kedua proses pembangunan tersebut, tambahnya, dibangun dengan sistem swakelola dan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2025.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa terjadi, Kadisdik menegaskan akan melakukan peninjauan sekolah-sekolah yang bangunannya mulai rapuh.

Usai mengunjungi sekolah, Mendikdasmen menjenguk sejumlah siswa yang masih dirawat di Rumah Sakit Radjak Hospital Cileungsi. Mendikdasmen pun memberikan uang santunan dan berkomitmen memberikan pendampingan berupa dukungan psikososial sehingga mereka dapat kembali mengikuti pembelajaran dengan aman dan nyaman.

"Ini jadi bagian bagaimana kita harus memperhatikan kondisi sekolah, belajar dengan aman dan nyaman. Aman dari bencana yang enggak selalu (bencana) alam, kayak gini juga bencana. Semua sudah terjadi dan akan diperbaiki," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cileungsi, Meisye Yeti menjelaskan, saat ini pembelajaran berlangsung secara daring hingga Jumat. "Hari Kamis dan Jumat full daring. Insya Allah, untuk Senin kita akan bergilir secara hybrid, ada yang daring dan luring," ungkapnya.

Sekolah juga, lanjutnya, akan memanfaatkan bantuan tenda darurat yang diberikan Kemendikdasmen untuk mendukung pembelajaran sementara.

"Tiga tenda akan difungsikan untuk pembelajaran. Mudah-mudahan cukup dan kita juga ada masjid," pungkasnya.

***

4 September 2025

Banding Pemprov Jabar Terkait SMAN 1 Bandung di PTUN Jakarta Menang

BANDUNG, SIBER -  Banding sengketa lahan SMAN 1 Bandung di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menang.

Majelis hakim menolak seluruh gugatan yang diajukan pihak penggugat, yakni Perkumpulan Lyceum Kristen.

Sebelumnya, gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen dikabulkan oleh PTUN Bandung. Namun, Pemprov Jabar kemudian melayangkan banding ke PTUN Jakarta.

Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Pemprov Jabar, Yogi Gautama membenarkan bahwa banding sengketa lahan SMAN 1 Bandung dimenangkan oleh PTUN Jakarta.

"Alhamdulillah, pengumuman putusan banding itu per tanggal 3 September 2025, kemudian juga membatalkan putusan PTUN Bandung" ungkapnya, Kamis (4/9/2025).

Yogi pun menyampaikan terima kasih kepada majelis hakim yang mengabulkan banding Pemprov Jabar soal status lahan SMAN 1 Bandung.

Menurutnya, langkah yang ditempuh pemerintah ini semata-mata untuk mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Kami berterima kasih kepada PTUN yang berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Yang paling utama, kita tidak ada potensi kehilangan aset milik pemerintah provinsi berupa sekolah," tegasnya.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto pun bersyukur dan berterima kasih atas upaya berbagai pihak, baik alumni, para tokoh masyarakat serta tim pengacara negara yang telah bekerja dengan baik.

"Saya bersyukur masih ada nurani yang hidup di negeri ini. Kepentingan rakyat adalah segalanya. Negara telah hadir memberikan perlindungan agar anak-anak kita tetap bisa mendapatkan akses pendidikan di SMAN 1 Bandung," pungkasnya.

3 September 2025

Wadah Aspirasi, Dedi Mulyadi Buka Forum Dialog Terbuka Bagi Mahasiswa Swasta

BANDUNG, SIBER - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi membuka forum dialog terbuka bagi mahasiswa dari berbagai kampus swasta se-Jabar untuk menyampaikan aspirasinya. Hal ini dilakukan guna menindaklanjuti aksi unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir ini.

Forum dialog tersebut digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (3/9/2025).

"Kami memberikan ruang bagi teman-teman mahasiswa untuk menyampaikan kegelisahan, kegundahan, dan autokritik yang akan diberikan kepada kami sebagai penyelenggara negara," ucap Gubernur.

Gubernur pun memahami bahwa aksi yang sedang berjalan saat ini bukan hanya diminati oleh mahasiswa, tetapi juga oleh kelompok lain. "Baik yang teroganisasi maupun tidak. Karena, orang yang kecewa, patah hati, bahkan patah rezeki itu banyak. Sehingga, kekecewaan tersebut bercampur dalam sebuah gerakan yang tidak terkendali yang pada akhirnya terjadi konflik dan gesekan," tuturnya.

Sebagai mantan seorang aktivis, Gubernur pun memahami jika terjadi konflik atau perbedaan pendapat.

Untuk beberapa tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa, Gubernur menyatakan, DPRD Jabar sudah menyanggupi.

Sedangkan mengenai tuntutan mahasiswa agar para aktivis yang ditahan di Polda Jabar dibebaskan, Gubernur menegaskan, dirinya bersama Kapolda Jabar akan menemui mereka. "Demonstran yang bukan kriminal saya jamin dibebaskan. Demonstran yang murni gerakan mahasiswa, saya jamin hari ini juga dibebaskan," tegasnya.

Dalam forum yang dihadiri oleh Ketua DPRD Jabar, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar, Kajati Jabar, Sekda Jabar, seluruh Kepala OPD Jabar serta tamu undangan lainnya ini, Gubernur berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjadi pemimpin yang baik jika kelak menjadi pejabat.

2 September 2025

Disdik Jabar Pastikan Proses Pembelajaran Berjalan Efektif Melalui Surat Edaran

BANDUNG, SIBER - Pascaaksi demonstrasi yang terjadi di tingkat daerah maupun nasional, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) memastikan seluruh satuan pendidikan tetap melaksanakan pembelajaran secara efektif. Instruksi ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 20712/PK.03/SEKRE tentang Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Efektif di Satuan Pendidikan.

SMAN 12 Bandung menjadi salah satu dari ratusan sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran efektif pada Selasa (2/9/2025) ini.

"Alhamdulillah, pembelajaran di SMAN 12 Bandung berjalan aman dan kondusif. Anak-anak juga tidak ada yang ikut aksi di luar," ujar Kepala SMAN 12 Bandung, Enok Nurjanah.

Enok menambahkan, pihak sekolah bermitra dengan orang tua dan aparat keamanan setempat untuk memastikan siswa tetap terpantau dan aman, baik di sekolah maupun di rumah.

"Ketika kemarin (Senin) pembelajaran dilaksanakan daring, kami memastikan guru-guru tetap mengajar melalui Zoom Meeting agar anak-anak benar-benar belajar," jelasnya.

Ia menegaskan, sebagai pelajar, siswa dapat menyampaikan pendapat dan aspirasinya melalui ruang diskusi bersama guru di sekolah. "Di sekolah ada Bapak dan Ibu Guru. Di sini tempatnya menyampaikan aspirasi dan berdiskusi, belum waktunya ikut demo," ungkapnya.

Pedoman untuk Satuan Pendidikan

Surat Edaran Disdik Jabar memuat pedoman yang harus dilaksanakan satuan pendidikan, yaitu:

  1. Memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif, aman, tertib, dan kondusif.
  2. Melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan, pendamping satuan pendidikan, pemerintah daerah, serta aparat keamanan setempat untuk menyikapi perkembangan situasi terkini demi kelancaran pembelajaran.
  3. Mengoptimalkan peran orang tua/wali dalam mendampingi dan mengawasi peserta didik agar tetap fokus dan disiplin mengikuti kegiatan belajar.
  4. Jika terdapat potensi gangguan terhadap kelancaran pembelajaran, segera melaporkan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan di wilayah kerja masing-masing.
  5. Dengan terbitnya surat ini, seluruh surat dan/atau nota dinas sebelumnya terkait pelaksanaan pembelajaran dalam situasi aksi demonstrasi dinyatakan tidak berlaku.

Sekdisdik Jabar Deden Saeful Hidayat Lakukan Sertijab Administrator dan Pengawas di Lingkup Disdik Jabar

BANDUNG, SIBER - Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat  menyampaikan, jabatan itu bukan untuk diramaikan, tetapi untuk direnungkan dan pastikan kita siap menjalankan amanah.

Hal tersebut disampaikan dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Administrator dan Pengawas di Lingkup Disdik Jabar di Ruang Oproom Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (2/9/2025).

Selain itu, Sekdisdik memandang sebuah jabatan dengan 3 hal. "Pertama, pandanglah jabatan itu sebagai anugerah. Karena, tidak semua orang bisa menduduki jabatan tersebut. Kalau kita memandang itu sebagai anugerah maka kalimat yang pertama kita ucapkan adalah bersyukur kepada Tuhan," ucapnya.

Kedua, lanjutnya, jadikan jabatan itu sebagai ujian. "Karena, kita sedang diuji. Apakah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik atau sebaliknya. Kalau kita tidak jauh lebih baik, berarti tidak lulus ujian," ungkapnya.

Yang ketiga, tambahnya, jadikan jabatan sebagai amanah. "Ini yang paling berat. Karena, inilah yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Apa pun yang kita kerjakan harus amanah. Kalau kita gunakan prinsip ini, hidup kita akan tenang," tegasnya.

Sekdisdik pun mengajak semua jajaran di Disdik Jabar untuk berkolaborasi dan menjaga kondusivitas. "Mari kita kerjakan secara PINTAR, yaitu P untuk profesional, I (integritas), N (nurani), T (transformasi), A (adaptif), dan R (realistis)," pesannya.

Ada 7 jabatan administrator dan pengawas yang melakukan sertijab, yaitu:

20 Agustus 2025

Berikut Pemenang Sayembara Video Perpisahan “Sederhana itu Istimewa” Tahun 2025

BANDUNG, SIBER - Sebanyak 406 satuan pendidikan berpartisipasi dalam Sayembara Video Perpisahan "Sederhana itu Istimewa" Tahun 2025. Sayembara yang digagas Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi ini, melahirkan enam pemenang yang diumumkan pada hari Penganugerahan di Sabuga, Kota Bandung, Rabu (20/8/2025).

SLBN Cicendo Kota Bandung berhasil meraih juara pertama, disusul SMK Bakti Karya Parigi di posisi kedua, dan SMK Pertanian Karawang di posisi ketiga. Sedangkan juara keempat hingga keenam diraih SMK PUI Cikijing, SMKN 1 Ciamis, dan SMAN 1 Bogor.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto pun mengapresiasi seluruh siswa yang telah berpartisipasi dalam ajang ini. "Karya ini menunjukkan bahwa hal yang sederhana namun penuh makna dapat membuat anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik," ujarnya.

Menurutnya, sayembara ini mengajarkan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan biaya besar. Justru, ide sederhana dapat menjadi istimewa bila digarap dengan ketulusan. "Bakat dan imajinasi siswa Jabar terbukti mampu melahirkan karya inspiratif meskipun hanya dengan peralatan seadanya," ungkapnya.

Kadisdik juga memberi semangat kepada para siswa agar terus percaya diri dalam berkarya. "Mari kita terus melahirkan karya-karya kreatif dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita," pesannya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi peran Bank BJB sebagai mitra kolaborasi yang turut mensukseskan penyelenggaraan penganugerahan ini.

Kegiatan semakin meriah dengan kehadiran Gubernur Jabar, penampilan pembacaan puisi oleh guru SMKN 1 Leuwiliang, Nandika Putra, edukasi keuangan bersama Bank BJB dan Kantor Regional 2 Jawa Barat OJK serta berbagai hiburan lainnya.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman; Ketua DPRD Jabar, Bukky Wibawa serta tamu undangan lainnya yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan ketua OSIS se-Jabar.

HUT ke-80 Provinsi Jabar, Ini yang Disampaikan Gubernur

BANDUNG, SIBER - Pembangunan di Jawa Barat (Jabar) adalah untuk anak cucu. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pada Rapat Paripurna DPRD Jabar dalam rangka Peringatan Hari Jadi Ke-80 Jabar di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Selasa (19/7/2025).

"Kita membangun bukan untuk satu tahun atau lima tahun, bukan untuk kita, tapi untuk anak cucu kita," tegasnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya pembangunan yang berakar pada alam. "Pembangunan adalah ritme sejati antara keselarasan alam dengan tanahnya. Tata nilai itu ada dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian," ucapnya.

Naskah didaktik berbahasa Sunda Kuno berbentuk prosa tersebut, lanjutnya, bukan hanya mengurai sejarah Sunda, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai luhur masyarakat Sunda.

Selain itu, Gubernur menilai, pembangunan harus berpijak pada bumi, dalam arti berdasarkan fakta.

"Enggak penting bagus atau dipuji, yang harus diceritakan adalah fakta sebelumnya. Ceritakan apa yang terjadi karena di era demokrasi dan media sosial ini, harus lahir pemimpin yang peka, pemimpin yang pancasampurna," terangnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan karnaval budaya yang diikuti seluruh kabupaten/kota serta organisasi perangkat daerah di Jabar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto memimpin rombongan pawai Disdik Jabar dengan membawa dongdang dan menampilkan tarian tradisional oleh guru serta siswa Jabar. Karnaval budaya dimulai dari Gedung Merdeka, lanjut ke Balai Kota Bandung, dan berakhir di halaman Gedung Sate.

***

18 Agustus 2025

Peringatan HUT RI Tingkat Jabar, Bendera Pusaka Menuju Lapangan Gasibu dengan Kereta Kencana

BANDUNG, SIBER - Upacara Peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia (RI) Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun ini ada yang menarik dan tak biasa. Pasalnya, duplikat Bendera Pusaka dibawa oleh kereta kencana dari Gedung Pakuan menuju Lapangan Gasibu, tempat upacara dilaksanakan.

Bukan tanpa alasan, Gubernur mengungkapkan, dirinya ingin memadukan unsur tradisi dengan protokoler kenegaraan. "Ternyata bisa, upacaranya jadi lebih khusuk, menarik, estetik, dan tidak terlalu kaku. Kayaknya ini pertama kali dilakukan. Itulah perlunya out of the box," ungkap Gubernur usai mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-80 RI Tingkat Jabar di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu (17/8/2025).

Duplikat Bendera Pusaka yang dibawa oleh kereta kencana tersebut diiringi kirab budaya sebagai bentuk penghormatan, sekaligus wujud semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Peringatan HUT Ke-80 RI Tingkat Jabar ini juga dimeriahkan defile siswa peserta Pendidikan Karakter Panca Waluya dan pasukan TNI-Polri.

Perkuat Persatuan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto mengatakan, Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai macam etnis, golongan, suku, dan agama, modalnya adalah persatuan. "Maka, jika tema kita hari ini 'Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju', kedaulatan itu akan bisa kita capai dengan bersatu," ucapnya.

Kadisdik berharap, momentum 80 Tahun Kemerdekaan RI ini bisa terus memperkuat persatuan agar negara betul-betul berdaulat dan mencapai kesejahteraan.

Selain itu, Kadisdik juga sangat bangga dan berbahagia karena siswa peserta Pendidikan Karakter Panca Waluya diikutsertakan dalam peringatan HUT Ke-80 Tingkat Provinsi Jabar ini.

"Kita berbahagia melihat perubahan mereka yang cukup signifikan dan saya yakin mereka anak-anak istimewa," ucapnya.

Kadisdik berharap, mereka terus tumbuh menjadi kebanggaan Jawa Barat dan orang tuanya. "Tinggal bagaimana kita menstimulasi mereka dengan cara-cara yang positif," pungkasnya

HUT ke-80 RI di Jabar, Dedi Mulyadi: Pendidikan Harus Melahirkan Kesetaraan

BANDUNG, SIBER - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi berpesan Pendidikan harus melahirkan kesetaraan. Hal itu dikemukakan saat menjadi Inspektur Upacara Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia Tingkat Provinsi Jabar di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu (17/8/2025).

"Pendidikan harus melahirkan kesetaraan, bukan eksklusivisme. Pendidikan memberi kesetaraan tanpa membedakan si kaya, si miskin, disabilitas, semua setara. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dari negara," ujarnya.

Gubernur menegaskan, pembangunan pendidikan dasar, menengah hingga tinggi adalah kewajiban negara. "Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen mengembalikan anggaran untuk kepentingan pendidikan rakyat, baik formal maupun informal," ungkapnya.

Namun, lanjut Gubernur, pendidikan jangan hanya dipahami sebatas bangunan sekolah, jumlah guru, atau sarana fisik, melainkan harus dipahami sebagai mendidik karakter manusia seutuhnya. "Maka, Panca Waluya adalah gerbang menuju ke sana," imbuhnya.

Atas nama Pemprov Jabar, Gubernur memohon maaf kepada masyarakat karena masih ada anak yang tidak bisa bersekolah akibat permasalahan biaya. "Itu adalah dosa besar yang harus kita pikul bersama. Seluruhnya harus dievaluasi dengan baik. Peristiwa itu tidak boleh terjadi lagi maka kita harus berani melakukan koreksi," tegasnya.

Sebagai penerus bangsa, Gubernur mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mampu meneruskan kemerdekaan yang dititipkan para pahlawan negara, yang telah mengorbankan darah, air mata, keluarga, bahkan hidupnya demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

"Hari ini kita dalam keadaan bahagia karena negara yang dititipkan mampu dikelola dengan baik oleh para penerusnya. Jangan sampai menjadi sia-sia hanya karena penerus tidak bisa menjaga," pungkasnya.

7 Agustus 2025

Purwanto Tegaskan, Kebijakan PAPS Tak Melanggar

BANDUNG, SIBER - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto menegaskan, kebijakan PAPS ini sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak di Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan setara.

Hal itu ditegaskannya saat Konferensi Pers "Kebijakan Gubernur Terkait Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) Tahun 2025" di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (7/8/2025).

"Kebijakan ini upaya Pak Gubernur dalam melihat permasalahan di bidang pendidikan yang cukup kritis dengan tingginya anak putus sekolah (tidak melanjutkan sekolah). Sehingga, negara harus hadir melayani masyarakat, khususnya untuk urusan pendidikan," jelas Kadisdik.

Kadisdik menambahkan, terkait gugatan forum kepala sekolah swasta ke PTUN, pihaknya sangat yakin (tidak melanggar) karena kebijakan tersebut untuk kepentingan masyarakat. "Kebijakan ini berpihak kepada masyarakat dan negara harus hadir untuk memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat," tegasnya.

Pemprov Jabar pun, lanjutnya, sudah menurunkan tim untuk menghadapi gugatan tersebut. "Yakni, dari tim Biro Hukum dan HAM Setda Jabar serta tim advokasi hukum Pemprov Jabar yang mungkin bisa semakin menguatkan upaya hukum tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Jabar, Yogi Gautama Jaelani menjelaskan, bagi yang melakukan upaya hukum, timnya sudah memberikan informasi yang lengkap kepada pihak pengadilan.

"Kami pemerintah siap untuk mediasi dan sebagainya. Insya Allah, hukum memihak kepada pemerintah. Karena, secara hukum sama sekali tidak ada hal yang dilanggar, baik secara filosofis, sosiologis, dan yuridis," jelasnya.

Perwakilan Tim Advokasi Pemprov Jabar, Jutek Bongso pun mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah. "Mari kita berpikir secara logis demi kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat bahwa ini hal baik. Pak Gubernur ingin menyelesaikan anak yang putus sekolah, yang tidak terlayani dan pemerintah ingin membuktikan hadir. Kok, digugat?" tuturnya.

Ia mengungkapkan, kalau (anggaplah) pemerintah dinyatakan kalah dan harus mencabut (kebijakan), bagaimana dengan nasib anak-anak yang putus sekolah? Apakah ini harus dikorbankan?

"Namun, silakan saja, walaupun itu hak setiap warga negara untuk melakukan gugatan, tetapi gugatan itu kan harus logis, harus punya dasar yang kuat. Kami pun sudah mengkaji, tidak ada satu pun yang dilanggar. Justru kalau Pak Gubernur tidak menerbitkan program ini, potensi anak putus sekolah akan bertambah setiap tahunnya," tegasnya.

Ia berharap, dengan penjelasan tersebut, pihak yang menggugat ke PTUN dapat mempertimbangkan kembali untuk mencabut (gugatan) demi kebaikan anak-anak yang terancam putus sekolah.

Kadsidik Jabar: Pengawas Sekolah Harus Piawai Beradaptasi dengan Cara Kerja Saat Ini

BANDUNG, SIBER - Pengawas sekolah harus mampu bertransformasi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto saat membina ratusan Pengawas SMA, SMK, dan SLB Jabar di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (7/8/2025).

"Pengawas harus bisa menjadi pendamping yang bisa bekerja sama dengan kepala sekolah untuk melakukan perubahan dan bertransformasi," tegasnya.

Salah satu caranya, lanjut Kadisdik, adalah dengan piawai beradaptasi dengan cara kerja saat ini. "Pak Gubernur sering keliling ke sekolah dan tahu apa yang kurang baik di sekolah. Tugas kita adalah mampu beradaptasi dengan cara kerja seperti itu. Untuk Bapak/Ibu, berarti harus bisa beradaptasi dengan gaya kepala sekolah," jelasnya.

Sebab, terang Kadisdik, evaluasi dari Gubernur tentang sekolah itu benar adanya, salah satunya terkait kebersihan lingkungan sekolah yang kurang terperhatikan. Sehingga, selain mendorong pihak sekolah, Kadisdik juga mendorong peran aktif pengawas sekolah untuk melakukan pengawasan dan pendampingan.

"Bapak/Ibu harus lakukan pendampingan ke sekolah terhadap manajerial yang ada. Jika ada yang enggak wajar, betulkan! Lalu, fokuskan anak-anak untuk pendidikan cinta lingkungan, kesadaran ekologi, dan kesadaran sosial," ungkapnya.

Kadisdik juga mendorong pengawas sekolah untuk melakukan supervisi secara inovatif dan kreatif dengan segala keterbatasan. "Kreativitas dan kesiapan menghadapi tantangan adalah kunci," imbuhnya.

Selain itu, Kadisdik mengajak pengawas sekolah agar mampu menjadi "teman baik" para guru agar bisa fokus dan tetap semangat menjalankan tugas. "Fokus utama kita adalah pembelajaran. Pelaksana pembelajaran adalah guru, nah mereka harus didampingi oleh pengawas," ucapnya.

Kadisdik juga mendorong pengawas sekolah untuk menjadi bagian penting dalam implementasi pendidikan Panca Waluya di satuan pendidikan. "Gapura Panca Waluya bukan hal yang asing. Ia adalah cerminan filosofi Sunda menuju kesejahteraan yang memiliki nilai kebangsaan dan kultural yang kuat," paparnya.

Dalam waktu dekat, Disdik Jabar akan menggelar Anugerah Gapura Panca Waluya untuk satuan pendidikan sebagai bentuk apresiasi atas praktik yang telah dilakukan dan sejalan dengan nilai-nilai tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Jabar, Firman Oktora; Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jabar, Edy Purwanto serta 275 pengawas sekolah. Adapun yang menjadi narasumber pada pembinaan tersebut adalah Mochammad Irvan Efrizal dari Self Learning Institute dan dosen Universitas Parahyangan, Indra Zaka Permana.***

6 Agustus 2025

Edy Purwanto: Fasilitas Baik, Siswa Mengikuti Asesmen dengan Lancar

INDRAMAYU, SIBER - Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat (Jabar) tahun 2025 berlangsung lancar dan kondusif.

Salah satunya, dilaksanakan di SMKN 1 Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu (6/8/2025). Sebanyak 45 siswa mengikuti ANBK selama dua hari dalam tiga sesi.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jabar, Edy Purwanto mengatakan, para siswa mengikuti asesmen dengan lancar. "Fasilitas yang disiapkan oleh tim teknis sekolah juga sangat baik sehingga praktis tidak ada kendala apa pun," ujarnya saat meninjau pelaksanaan ANBK di lokasi.

Edy beraharap, melalui ANBK tahun ini, rapor mutu di seluruh sekolah di Jabar mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Kepala SMKN 1 Sindang, Mamat Rahmat juga menegaskan, sekolah telah mempersiapkan ANBK secara matang. "Kami sudah menyiapkan semua sarana dan prasarana, seperti fasilitas komputer dan internet yang baik. Kami juga telah melaksanakan simulasi dan geladi sebelum pelaksanaan," jelasnya.

Sedangkan Wakil Kepala SMKN 1 Sindang, Lilik Budi Pramanto menjelaskan, sekolah juga menyiapkan lima siswa cadangan apabila ada yang tidak bisa mengikuti asesmen. "Secara pelaksanaan, kita memiliki waktu di hari Rabu dan Kamis," ungkapnya.

Salah satu siswa, Bayu Erlangga pun mengaku terfasilitasi dengan baik oleh sekolah ketika mengikuti ANBK. "Fasilitas ANBK sangat bagus, dari segi komputer dan software lancar buat ANBK. Sebelumnya juga sekolah sudah melakukan geladi dan persiapan," pungkasnya.

4 Agustus 2025

Kadisdik berharap, AKSI Senantiasa Menghadirkan Karya nyata untuk Pendidikan

BANDUNG, SIBERKepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto menyampaikan, organisasi profesi kepala sekolah diminta terus menjaga tradisi pemberdayaan yang berbasis pada kesadaran, bukan semata formalitas.

"Karena, itu kan tujuan organisasi, yaitu memiliki dampak yang baik bagi kepala sekolah, komunitas, dan masyarakat sekitar," tutur Kadisdik saat beraudiensi dengan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (4/8/2025).

Kadisdik pun mendorong AKSI agar terus melahirkan aksi-aksi nyata yang berdampak positif terhadap transformasi pendidikan, khususnya di Jabar. "AKSI harus terus menjaga semangat transformasi berbasis kesadaran, peningkatan kapasitas sebagai kesadaran kolektif terhadap perubahan. Untuk itu, dibutuhkan visi yang sama," tambahnya.

Kadisdik berharap, AKSI senantiasa menghadirkan karya nyata untuk pendidikan. "Aksi harus melahirkan seribu AKSI, seribu dampak, dan seribu karya luar biasa untuk Jabar," imbuhnya.

Kadisdik juga menyampaikan dukungan dan doa agar Kongres AKSI Tingkat Nasional yang tahun ini digelar di Kota Bandung dapat berjalan lancar dan penuh manfaat.

Audiensi ini dihadiri oleh Ketua Umum AKSI Indonesia, Asep Tapip Yani; Ketua III AKSI, Dudung N. Koswara; Sekretaris Jenderal AKSI, Toto Suharya; Bendahara Umum, Elis Herawati; Bendahara I, Tuti Kurniawati serta anggota AKSI lainnya yang merupakan kepala sekolah asal Jawa Barat.***

Kadisdik Jabar: Sekolah Harus Miliki Praktik yang Baik dan Konsisten

BANDUNG, SIBER - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto mengatakan, sekolah harus memiliki praktik baik yang dapat diterapkan secara konsisten.

Menurtunya, salah satu contohnya yang diterapkan oleh SMA Taruna Nusantara Cimahi yang fokus pada pembentukan karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan.

"Sejalan dengan semangat Pak Gubernur untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di Jawa Barat, program-program dari SMA Taruna Nusantara harus bisa menular ke sekolah-sekolah lainnya," ungkap Kadisdik saat beraudiensi dengan perwakilan SMA Taruna Nusantara di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (4/8/2025).

Ke depannya, Kadisdik berencana menjalin sinergi dengan SMA Taruna Nusantara Cimahi untuk menciptakan program atau kegiatan yang bertujuan melatih kedisiplinan siswa. "Misalnya, dengan memberikan kesempatan kepada ketua OSIS atau para guru untuk melakukan studi di sana agar sekolah mereka mampu mencetak siswa dengan karakter yang sama, yakni disiplin," tambahnya.

Kepala SMA Taruna Nusantara, Ardiansyah pun menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam mewujudkan visi tersebut. "Selaras dengan arahan Bapak Gubernur, kami berharap semangat yang ada di SMA Taruna Nusantara bisa menyebar ke sekolah-sekolah lain di Jabar, khususnya dalam hal pembentukan karakter," ujarnya.

Pada akhir Mei 2025, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengunjungi SMA Taruna Nusantara. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya disiplin bagi generasi muda, khususnya para taruna yang tengah dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.

"Disiplin itu kunci, bukan beban. Banyak orang menganggap disiplin sebagai sesuatu yang menyulitkan. Padahal, justru dengan disiplin kita membangun fondasi kesuksesan dan karakter yang tangguh," ungkapnya.

Gubernur menyampaikan pesan tersebut agar para siswa tidak memandang kedisiplinan sebagai aturan yang membatasi kebebasan, melainkan sebagai bekal esensial dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

"Kalau kita bisa membiasakan diri disiplin sejak dini maka kita akan terbiasa menghadapi segala situasi dengan kepala dingin dan jiwa yang kuat," pungkasnya.

***

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT