Headline News

12 Agustus 2020

Kerjasama Pendanaan Perumahan, Bank Bjb Rangkul Pengembang Properti


BANDUNG, SIBER  – Situasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung hingga saat inimendatangkan  tantangan yang sangat terasa  bagi seluruh lini usaha, tak terkecuali industri properti tanah air yang harus mengalami penyusutan permintaan. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), tingkat penjualan properti residensial mengalami penurunan cukup tajam pada sebesar -43,19% year on year (y-o-y) hingga Kuartal 1 2020.

Tantangan   yang   dihadapi   para   pengusaha   sektor   properti   ini   menjadi   salah   satu pembahasan   yang   dibedah   dalam   Webinar   dengan   tema   “Menata   Kembali   Bisnis Properti   Pasca   Pandemi   COVID-19"   yang   diadakan   Dewan   Pengurus   Daerah   (DPD) Persatuan   Perusahaan   Realestat   Indonesia   (REI)   Jawa   Barat   pada   hari   Selasa (11/08/2020).

Webinar tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI PaulusTotok Lusida, Ketua DPD REI Jabar Joko Suranto, Direktur Konsumer & Ritel bank  bjb Suartini, Pemimpin Divisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) bank  bjb  Yusuf Saadudin, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Jabar Herawanto, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jabar Triana Gunawan, serta para anggota REI di seluruh Indonesia.

Direktur   Konsumer   &   Ritel   bank  bjb  Suartini   mengatakan   dampak   dari   tantangan akibat COVID-19 yang dihadapi sektor properti ini turut dirasakan bank bjb khususnya dalam hal penyaluran KPR, namun  demikian bank  bjb  selalu melihat peluang untuk penyaluran   kredit   properti   khususnya   di   Jawa   Barat   yang   diharapkan   akan   segera menunjukkan tren positif seiring upaya stimulasi perekonomian lewat berbagai agenda pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Hampir semua lini industri mengalami tekanan dalam situasi pandemi yang luar biasa seperti   sekarang   ini.  Namun   demikian,   upaya untuk   melihat   dan  menggali  peluang harus   terus   dilakukan   terutama   di   masa   Adaptasi   Kebiasaan   Baru   (AKB)   yang memungkinkan kembalinya aktivitas ekonomi secara berkala," kata Suartini.

Seiring dengan  berangsur normalnya aktivitas perekonomian, hal tersebut akan ikutmempengaruhi   penguatan   daya   beli   masyarakat   yang   menurun   selama   pandemi.

Apalagi,   pemerintah   juga  telah   turun  tangan   memberikan  beragam   stimulasi   untuk menggairahkan   perekonomian.   Karena   itu   optimisme   kebangkitan   usaha   dengan sendirinya   akan   berembus,   termasuk   bagi   pengusaha   yang   selama   ini   menerima permintaan properti hunian.

Untuk   memperkuat   pendanaan   sebelum   gelombang   permintaan   tiba,   bank  bjb mengimbau kepada pengembang-pengembang anggota REI yang belum bekerja sama dengan bank bjb khususnya perumahan bersubsidi, agar dapat memanfaatkan fasilitas perbankan   yang   dimiliki   perseroan.   Apalagi,   bank  bjb  tengah   serius   menyalurkan pembiayaan memenuhi kebutuhan  bjb  KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan   (FLPP)   untuk   Masyarakat   Berpenghasilan   Rendah   (MBR).   Apalagi,   pada tahun 2020 bank  bjb  mendapatkan   kuota   FLPP yang naik hingga 300%   dari tahun sebelumnya.

"Kami   memiliki   komitmen   yang   kuat   untuk   memenuhi   kebutuhan   pembiayaan  bagi perumahan   rakyat   ini.   Kami   juga   berkomitmen   kepada   para   anggota   REI   untuk memberikan pelayanan prima dalam penyaluran bjb KPR dengan catatan pengembang juga ikut memastikan persyaratan dan dokumen telah valid, seperti data KTP, NPWP, kemudian   juga   data-data   yang   harus   diinput   pada   Sistem   Informasi   KPR   Subsidi Perumahan   (SiKasep),"   kata   Pemimpin   Divisi   Corporate   Secretary   bank  bjb  Widi Hartoto di tempat terpisah.

Undangan   kerja   sama   ini   diharapkan   akan   mendapat   sambutan   positif   guna menyediakan   memudahkan   langkah   masing-masing   pihak   dalam   menyediakan perumahan   yang   layak   bagi   warga.   Sinergi   antar   pelaku   industri   ini   juga   penting dilakukan untuk mempermudah langkah usaha terutama dalam menyambut peluang yang ada di depan mata. **

Renungan ""

"Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali-lmran: 135)
 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT