Headline News

23 Agustus 2023

Kadisdik Jabar: Sesuai Arahan Kemendikbudristek, Kurikulum Merdeka Mulai Diterapkan



BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Wahyu Mijaya mengatakan, beberapa sekolah mulai menerapkan kurikulum merdeka sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). 


Kurikulum Merdeka ini, menghilangkan sistem penjurusan pada SMA, sehingga siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai minatnya.


"Di Jabar, kita juga menyesuaikan dengan kebijakan dari pemerintah pusat, Jadi, berbagai kebijakan itu kita ikuti di lapangan," ujar Wahyu, Selasa (22/8/2023).

Dalam penerapannya, kata dia, ada beberapa pilihan yang dapat dipilih oleh masing-masing satuan pendidikan. 


"Jadi bisa Mandiri Belajar, artinya menerapkan kurikulum merdeka beberapa bagian dan prinsip kurikulum merdeka, tapi tidak tidak mengganti kurikulum pendidikan yang sedang diterapkan," katanya. 


Satuan pendidikan juga dapat memilih mandiri berubah. Artinya, mereka diberikan keleluasaan untuk menerapkan kurikulum merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan. 


"Atau bisa juga satuan pendidikan memilih Mandiri berbagi, ada keleluasaan menerangkan kurikulum merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar yang ada di satuan pendidikan," ucapnya.


Jadi, kata dia, pilihan-pilihan itu diberikan kepada satuan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi dimasing-masing satuan pendidikan.


Sementara untuk siswa kelas 11 dan 12 yang belum sepenuhnya melakukan kurikulum merdeka, kata dia, tetap diberikan kebebasan dalam proses belajarnya.


"Untuk yang kelas 12 itu masih proses penyesuaian waktu itu. Secara prinsip kebebasan belajarnya tetap diterapkan di sekolah, hanya kurikulumnya yang masih menggunakan itu (kurikulum 2013)," ucapnya. 


Wahyu Mijaya mengakui belum semua sekolah SMA di Jabar yang menerapkan kurikulum merdeka. Sebab, terdapat beberapa perbedaan di masing-masing satuan pendidikan. 


"Kalau persentasenya harus lihat data lebih rinci, tapi secara prinsip kita menggunakan kurikulum merdeka dengan penyesuaian yang ada di satuan pendidikan," katanya.


"Sekolah-sekolah yang di Kota itu ada berbeda kondisi dengan sekolah di daerah, itu perlu penyesuaian baik dari jumlah tenaga pendidiknya, kemudian terhadap alat peraga dan berbagai hal," tambahnya.


Pihaknya pun hingga saat ini terus menyosialisasikan kepada setiap satuan pendidikan untuk menerapkan kurikulum merdeka.


"Prinsip kurikulum merdeka nya itu diterapkan, tetapi satuan pendidikan bisa menyesuaikan dengan kondisi dai masing-masing sekolah. Kita dari pusat dan kita pun melakukan sosialisasi tersebut, jadi satuan pendidikan memahami situasi dan kondisinya," ucapnya. ***

Renungan ""

"Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali-lmran: 135)
 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT