Headline News

28 Juli 2026

Job Fair Future Connect 2026 Bandung Selatan Buka 3.019 Lowongan Kerja dari 30 Perusahaan


Uploaded Image

BANDUNG
– Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali menggelar Job Fair Future Connect 2026 yang akan berlangsung di Miko Mall, Jalan Raya Kopo, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026), pukul 08.00-16.00 WIB. Sebanyak 30 perusahaan akan membuka 3.019 lowongan kerja bagi lulusan SMP, SMA/SMK, Diploma, S1 hingga S2.

Ketua Tim Pasar Kerja Disnaker Kota Bandung, Ilham Mulyana, mengatakan job fair kali ini merupakan penyelenggaraan luring ketiga pada 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Disnaker kini menghadirkan job fair hampir setiap bulan dengan skala lebih kecil agar lebih dekat dengan masyarakat di berbagai wilayah Kota Bandung.

Menurut Ilham, pencari kerja yang telah memiliki akun NEW BIMMA dapat kembali mengikuti job fair dengan memanfaatkan fitur job matching. Fitur tersebut mampu mencocokkan profil pelamar dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan pendidikan, pengalaman, keterampilan, minat, dan sertifikat sehingga memudahkan proses rekrutmen.

Ia mengungkapkan, hingga pertengahan 2026 lebih dari 500 warga Kota Bandung telah berhasil memperoleh pekerjaan melalui rangkaian job fair yang diselenggarakan Disnaker. Perusahaan kini juga lebih menitikberatkan kompetensi pelamar dibanding sekadar latar belakang pendidikan.

Sementara itu, Fungsional Pengantar Kerja Disnaker Kota Bandung, Cahyadi Maulana, menjelaskan peserta wajib mendaftar melalui aplikasi NEW BIMMA atau situs Disnaker Kota Bandung. Aplikasi tersebut kini dilengkapi fitur Ticketing Job Fair sebagai tiket masuk sekaligus sarana melamar pekerjaan secara langsung di lokasi.

Selain membuka ribuan lowongan kerja, Job Fair Future Connect 2026 juga menghadirkan Coaching Clinic Ketenagakerjaan yang membahas penyusunan CV, persiapan menghadapi HRD, teknik wawancara kerja, hingga tes psikologi untuk membantu peserta mengenali potensi dan bidang pekerjaan yang sesuai. Pendaftaran masih dibuka hingga hari pelaksanaan selama kuota tersedia.

Pemkot Bandung Gandeng Warga Sukseskan Reaktivasi Bandara Husein


Uploaded Image

BANDUNG
- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara melalui kepatuhan terhadap ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Dukungan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting agar operasional bandara dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Bira Gumbira dalam kegiatan Sosialisasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dalam rangka optimalisasi Bandara Husein Sastranegara yang digelar di Balai Kota Bandung, Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan diikuti camat, lurah, ketua RW, serta tokoh masyarakat dari wilayah yang berada di sekitar kawasan bandara.

Bira mengatakan, sosialisasi dilaksanakan agar masyarakat memahami peran pentingnya dalam menjaga keselamatan penerbangan.

"Reaktivasi Bandara Husein bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pengelola bandara, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, kami mengajak aparat kewilayahan, RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyosialisasikan aturan KKOP hingga ke lingkungan masing-masing," ujar Bira.

Menurutnya, terdapat tiga kecamatan yang berbatasan langsung dengan kawasan Bandara Husein Sastranegara, yakni Cicendo, Andir, dan sebagian Sukajadi. Wilayah tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kawasan keselamatan operasi penerbangan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.

Bira menjelaskan, Bandara Husein memiliki karakteristik sebagai city airport yang berada di tengah kawasan perkotaan yang padat. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap lingkungan sekitar bandara menjadi sangat penting demi menjamin keselamatan pesawat saat lepas landas, mendarat, maupun melakukan manuver di udara.

Ia mengatakan, masyarakat perlu memahami berbagai hal yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Di antaranya pembangunan gedung yang melebihi batas ketinggian yang diperbolehkan, pemasangan papan reklame atau menara, penggunaan sinar laser yang diarahkan ke pesawat, permainan layang-layang di sekitar jalur penerbangan, hingga penggunaan lampu dengan intensitas tinggi yang dapat mengganggu pandangan pilot.

"Ini merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian pemerintah pusat terhadap kesiapan operasional bandara. Karena itu kami berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga kawasan sekitar bandara," katanya.

Selain aspek keselamatan, Bira menyampaikan, optimalisasi kembali Bandara Husein diharapkan memberikan dampak positif bagi Kota Bandung. Bandara akan kembali menjadi simpul transportasi udara yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat sektor perdagangan, dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Ia juga meminta para camat dan lurah untuk terus melakukan sosialisasi secara berjenjang kepada masyarakat setelah kegiatan ini selesai, sehingga pemahaman mengenai KKOP semakin meluas.

Sementara itu, Business Support Department Head PT Angkasa Pura Bandara Internasional Husein Sastranegara, Haryo mengungkapkan, proses persiapan reaktivasi bandara terus dipercepat. Berbagai pembenahan sarana dan prasarana, baik di dalam maupun di luar kawasan bandara, telah dilakukan bersama Pemerintah Kota Bandung.

"Insyaallah pada pertengahan Agustus Bandara Husein sudah mulai kembali beroperasi. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini berjalan lancar," ujarnya.

Haryo mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung yang telah menindaklanjuti berbagai kebutuhan infrastruktur di sekitar bandara, mulai dari perbaikan jalan, drainase, penerangan jalan, hingga marka jalan.

Menurutnya, beroperasinya kembali Bandara Husein akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi Kota Bandung. Meningkatnya mobilitas penumpang diyakini akan menggerakkan sektor perdagangan, jasa, pariwisata, hingga usaha mikro di sekitar kawasan bandara.

Selain itu, PT Angkasa Pura Indonesia juga berkomitmen terus menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat sekitar bandara. Haryo mengimbau para ketua RW dan pemerintah kewilayahan untuk menyampaikan usulan program lebih awal agar dapat dimasukkan dalam perencanaan perusahaan

27 Juli 2026

Farhan Tegaskan Tiga Prioritas Pelayanan Publik: Kesehatan, Pendidikan, dan Adminduk

Prioritas pelayanan pubik (2).jpeg

BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pelayanan publik harus menjadi prioritas utama seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap warga memperoleh hak dasar, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja yang dirangkaikan dengan Pelepasan Purna Tugas ASN di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).

Farhan menyebut pelayanan kesehatan menjadi prioritas pertama yang harus dijaga seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bandung.

Ia menegaskan tidak boleh ada pasien yang ditolak ketika membutuhkan layanan medis. Menurutnya, pemerintah akan memberikan sanksi kepada pimpinan fasilitas kesehatan milik pemerintah apabila terjadi penolakan, sedangkan rumah sakit swasta akan dievaluasi izinnya.

Selain kesehatan, Farhan juga menyoroti sektor pendidikan. Ia meminta seluruh anak usia sekolah di Kota Bandung memperoleh akses pendidikan, termasuk anak yang masih berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS).

Prioritas berikutnya adalah administrasi kependudukan. Farhan menargetkan seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang lengkap agar dapat mengakses berbagai layanan pemerintah.

Kemarau Datang, Pemkot Bandung Pastikan Tak Ada Warga Kesulitan Air Bersih

Farhan-PAsokan air bersih aman.jpeg
BANDUNG – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota Bandung memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih. Armada mobil tangki setiap hari disiagakan untuk melayani wilayah yang mulai mengalami penurunan pasokan air.

Sejumlah kawasan di Bandung Timur dan Utara mulai merasakan dampak musim kemarau. Namun kondisi tersebut belum mengganggu kebutuhan dasar masyarakat karena distribusi air bersih dilakukan secara rutin.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pemerintah terus memantau wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar bantuan dapat segera dikirim.

Distribusi dilakukan melalui armada Perumda Tirtawening dengan dukungan TNI dan berbagai pihak lainnya.

Menurut Farhan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh warga tetap mendapatkan pelayanan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Pasca Pengesahan UU Polri, RASN Sampaikan Tiga Harapan untuk Penguatan Institusi Kepolisian


BANDUNG, SIBER–
Rumah Aliansi Sunda Ngahiji (RASN) menyampaikan tiga harapan utama setelah disahkannya Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2025. Mulai dari percepatan aturan turunan, penguatan kemitraan berbasis kearifan lokal, hingga peningkatan pengawasan terhadap institusi Polri.

 Sekretaris Jenderal RASN, Kang Ogi, mengatakan pengesahan UU tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan mengedepankan semangat Presisi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada DPR RI dan Pemerintah. Dengan hadirnya payung hukum baru ini, kami berharap Polri semakin kuat menjalankan tugasnya untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujar Kang Ogi kepada media, Senin, (27/7/2026).

RASN menyampaikan tiga harapan pasca-pengesahan UU Polri. Pertama, pemerintah dan Polri diminta segera menyusun aturan turunan berupa Peraturan Pemerintah dan Peraturan Kapolri agar implementasi regulasi berjalan cepat, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kedua, RASN mendorong penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan berbasis kearifan lokal Sunda.

Menurut Kang Ogi, polisi harus menjadi sosok "pamomong" yang mengedepankan nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh bersama ulama, tokoh adat, serta organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Selain itu, RASN juga menekankan pentingnya penguatan akuntabilitas melalui pengawasan internal maupun eksternal. Organisasi tersebut mendukung penguatan kelembagaan Polri, namun meminta mekanisme pengawasan, termasuk peran Kompolnas dan partisipasi masyarakat, terus dioptimalkan untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.

RASN juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Polri, khususnya Polda Jawa Barat, dalam menjaga kondusivitas wilayah, menangkal penyebaran hoaks, serta membangun budaya hukum di tengah masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Kang Ogi mengingatkan pesan leluhur Sunda agar aparat kepolisian senantiasa menjadi pengayom yang adil dan melayani seluruh rakyat Indonesia.

23 Juli 2026

'Warga Jaga Warga' Kembali Diperkuat untuk Jaga Keamanan Bandung

Kota BAndung perketat keamanan (2).jpg
BANDUNG  – Pemerintah Kota Bandung menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keamanan lingkungan. Karena itu, konsep community policing atau Polmas kembali diperkuat melalui gerakan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota yang selama ini dikenal sebagai siskamling.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penguatan peran warga akan melengkapi langkah aparat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Selain menghidupkan kembali siskamling, Pemkot Bandung juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi kriminalitas yang belum terverifikasi di media sosial sehingga tidak menimbulkan keresahan.

Bandung Percantik Kawasan Bandara Husein Jelang Penerbangan Kembali Dibuka

Reaktivasi Bandara Husein (2).jpg

BANDUNG– Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sejumlah proyek penataan kawasan menjelang kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara pada Agustus 2026. Fokus pembenahan diarahkan pada infrastruktur pendukung yang menjadi akses utama menuju pusat Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pembangunan Gerbang Husein serta penyesuaian tampilan kawasan Gerbang Tol Pasteur menjadi prioritas agar memberikan kesan pertama yang baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha.

"Langkah yang akan kami lakukan yaitu membangun Gerbang Husein dan menyesuaikan tampilan kawasan Gerbang Tol Pasteur sebagai pintu masuk utama ke Kota Bandung," ujarnya.

Selain mempercantik kawasan, Pemkot Bandung juga akan meningkatkan kebersihan dan estetika lingkungan sekitar bandara. Menurut Farhan, wajah kota yang tertata akan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta seluruh layanan publik terus ditingkatkan agar sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat setelah Bandara Husein kembali beroperasi.

Teras Cihampelas Akan Dibongkar, Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Kawasan

Teras Cihampelas (1).jpg

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkolaborasi dalam penataan ulang kawasan Teras Cihampelas. Langkah tersebut dilakukan setelah proses administrasi pengalihan aset dinyatakan selesai dan kini tinggal menunggu tahapan verifikasi dari sejumlah instansi terkait.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, dokumen administrasi pengalihan aset telah ditandatangani. Saat ini proses tersebut memasuki tahap verifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Dalam Negeri.

"Secara administrasi sudah selesai. Saya sudah menandatangani suratnya, sekarang tinggal proses administrasi antar badan aset dan verifikasi," kata Farhan di Terminal Leuwipanjang, Rabu (22/7/2026).

Menurut Farhan, pengalihan aset tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dalam melakukan revitalisasi kawasan Teras Cihampelas.

"Konsekuensinya adalah kolaborasi. Ini konsekuensi yang menyenangkan karena pemerintah kota dan pemerintah provinsi bisa bersama-sama melakukan penataan kawasan," ujarnya.

Sebagai langkah awal penataan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar Teras Cihampelas dibongkar terlebih dahulu. Usulan tersebut akan dijalankan sebagai bagian dari proses revitalisasi kawasan.

"Pak Gubernur tetap meminta kita untuk membongkar Teras Cihampelas. Ya, kita lakukan," ungkap Farhan.

Ia menjelaskan, konsep penataan yang sedang disusun masih dalam pembahasan. Namun, salah satu fokus utama adalah mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik yang nyaman bagi pejalan kaki dengan menghadirkan kembali suasana rindang di bawah pepohonan.

"Yang pasti, pertama adalah membongkar Teras Cihampelas untuk mengembalikan kenyamanan berada di bawah pohon," katanya.

Selain meningkatkan kenyamanan pedestrian, pemerintah juga akan mengoptimalkan aktivitas ekonomi para pelaku usaha di sepanjang Jalan Cihampelas. Menurut Farhan, karakter kawasan diperkirakan akan mengikuti perkembangan tren wisata dan gaya hidup masyarakat.

Ia menilai Cihampelas ke depan tidak lagi hanya dikenal sebagai pusat penjualan jeans. Sebaliknya, sektor kuliner dan perhotelan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik baru kawasan tersebut.

Meski demikian, Farhan belum dapat memastikan kapan proses pembongkaran Teras Cihampelas akan dimulai. Jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Untuk kapan pembongkarannya dimulai, saya belum mendapat informasinya," tuturnya.


13 Juli 2026

Parade Budaya Asia Africa Festival 2026 Suguhkan Keberagaman Seni Nusantara

Parade asi africa festival (2).jpeg
BANDUNG – Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan parade budaya dalam rangka Asia Africa Festival (AAF) 2026 di Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026). Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan warga telah memadati kawasan Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cikapundung Barat untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang siang.

Parade budaya menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam rangkaian Asia Africa Festival 2026. Masyarakat dari berbagai kalangan memenuhi sisi kanan dan kiri jalan untuk menikmati beragam pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan sepanjang rute parade.

Parade diawali dengan penampilan Marching Band Bhinneka Bhakti Taruna Kabupaten Bandung, kemudian dilanjutkan oleh berbagai komunitas seni dan budaya dari sejumlah daerah di Indonesia yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara.

Atraksi yang disuguhkan beragam, mulai dari tarian tradisional, seni bela diri, parade busana adat, hingga pertunjukan budaya yang mencerminkan keberagaman Indonesia.

Sejumlah peserta yang tampil di antaranya Sanggar Tari Bali Asmarandana, Sanggar Putri Ayi Jepang & Indonesia, Perempuan Berkebaya Indonesia Kota Cirebon, Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda Madiun, Kereta Kencana Pasraman Sarwa Dharma, Sanggar Yang Art Disparbud Kabupaten Garut, dan Sanggar Bambu Gunung.

Sepanjang parade berlangsung, suasana meriah terus terasa. Meski cuaca semakin terik menjelang siang, antusiasme masyarakat tidak surut. Banyak pengunjung tetap bertahan hingga seluruh rangkaian parade selesai sambil mengabadikan setiap penampilan menggunakan telepon genggam.

Liaison Officer (LO) Pendamping Delegasi Pemerintah Kabupaten Garut, Nikeisha, mengatakan antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak pagi sebelum acara dimulai.

"Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak pagi hari, bahkan sebelum acara dimulai, masyarakat sudah memadati kawasan Asia Afrika untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade," ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Sudarmi, mengaku rela datang lebih awal demi menikmati seluruh rangkaian parade budaya.

"Hari ini acaranya sangat meriah. Pengunjungnya ramai sekali. Saya tidak peduli cuaca panas, yang penting bisa menyaksikan festival sampai selesai. Saya bahkan datang bersama suami saya yang berusia 81 tahun dengan berjalan kaki sekitar delapan kilometer dari rumah demi menyaksikan kemeriahan Asia Africa Festival," tuturnya.

Melalui keberagaman seni, budaya, dan kreativitas yang ditampilkan, Asia Africa Festival 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia dalam semangat persatuan, kolaborasi, dan persahabatan.

Festival tahunan ini juga semakin memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, kreativitas, serta semangat Konferensi Asia Afrika yang telah menjadi bagian penting dari sejarah dunia.  

1 Juli 2026

DLH Bandung: Pengelolaan Sampah Dimulai dari Sumber, 220 Fasilitas Disiapkan di Tingkat Wilayah


Uploaded Image

BANDUNG
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah dengan membangun hingga 220 fasilitas pengolahan berbasis kewilayahan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti.

Ketua Tim Pengurangan Sampah DLH Kota Bandung, Syahriani, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

"Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Harapannya, setiap wilayah mampu mengolah sebagian besar sampahnya sendiri sehingga hanya residu yang dikirim ke TPA," katanya.

Menurutnya, seluruh lokasi pembangunan akan melalui verifikasi teknis dan sosial agar memenuhi persyaratan, mulai dari luas lahan, akses kendaraan operasional hingga tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.

DLH juga menerapkan pendekatan pengelolaan berdasarkan jenis sampah. Sampah organik akan diolah menjadi kompos, sampah anorganik bernilai ekonomi didorong ke jalur daur ulang melalui bank sampah, sedangkan sampah bernilai rendah akan dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif menggunakan teknologi RDF.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, menegaskan DPRD mendukung penuh percepatan penanganan sampah melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Ia menilai keberhasilan program sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat.

"Sehebat apa pun teknologi yang dimiliki pemerintah, keberhasilan pengelolaan sampah tetap bergantung pada keterlibatan masyarakat. Penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.

Nunung juga mendorong edukasi pemilahan sampah terus diperkuat mulai dari rumah tangga hingga tingkat RT dan RW agar volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti terus berkurang.

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT