Headline News

Bandung Raya

Nasional

Hot News

21 Juni 2024

Persiapan PPDB Tahap 2, Upaya Maksimal di Tahap 1 Dioptimalkan di Tahap 2


GARUT -
 "Upaya kita yang maksimal di tahap 1, kita tingkatkan lagi menjadi optimal di tahap 2."

Hal tersebut ditegaskan oleh Plh. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), M. Ade Afriandi saat meninjau hari pertama daftar ulang PPDB tahap 1 di SMAN 1 Garut, didampingi Plt. Sekdisdik Jabar, Deden Saepul Hidayat dan Kepala Cadisdik Wilayah XI, Aang Karyana, Kamis (20/6/2024).

"Tidak terasa, kita akan membuka PPDB tahap 2 di tanggal 24 Juni 2024. Saya sangat mengapresiasi seluruh panitia PPDB, baik yang di Disdik Jabar, KCD wilayah I-XIII, khususnya yang berada di satuan pendidikan," ujarnya.

Apapun komplain yang disampaikan, lanjutnya, jadikan itu sebagai penyemangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama bagi peserta didik baru dan orang tua/wali.

"Berbagai permasalahan tentu harus kita sikapi demi pelayanan prima. Kita berharap, di tahap kedua, semua kekurangan, gangguan ataupun terkait teknis bisa kita minimalisasi," harapnya.

Daftar Ulang di SMAN 1 Garut Kondusif

Suasana hari pertama daftar ulang PPDB tahap 1 di SMAN 1 Garut berjalan lancar dan kondusif.

Sekolah pun memberikan pelayanan prima dalam proses daftar ulang calon peserta didik baru.

Sedari pagi, pihak sekolah sudah siap menyambut dan melayani calon peserta didik baru dan orang tua/wali yang datang ke sekolah.

Wakil Kepala SMAN 1 Garut, Asep Rustiawan pun mengungkapkan, daftar ulang di sekolahnya berjalan lancar dan kondusif.

"Proses daftar ulang di sekolah kami alhamdulillah berjalan lancar. Kalaupun ada kendala dalam proses PPDB di pendaftaran hari pertama kemarin, namun bisa segera teratasi," ungkapnya.

Usai meninjau daftar ulang PPDB tahap 1 di SMAN 1 Garut, Plh. Kadisdik mengunjungi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII di Tasikmalaya dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII di Ciamis.

20 Juni 2024

Pj. Gubernur Jabar: Jika Ditemukan Data Tidak Wajar, Bisa Dianulir


BANDUNG -
 "Kita akan menggugurkan bila ditemukan data yang tidak wajar." 

Hal tersebut ditegaskan oleh Pj. Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin yang didampingi Plh. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, M. Ade Afriandi saat memberikan pengarahan di SMAN 3 Bandung, Rabu (19/6/2024). 

"Kami tidak ragu dan beberapa sekolah juga berani membatalkan. Jadi, kemungkinan akan ada yang tidak diterima karena itu (data tak wajar)," tegasnya. 

Walaupun nanti ada yang protes, lanjutnya, sampaikan alasannya bahwa domisili dan KK-nya tidak wajar. "Saya berikan penguatan, pertama harus sesuai aturan. Kedua, jangan takut kalau ada ancaman atau apa pun. Kalaupun nanti ada ancaman setelah pengumuman, beri tahu kami," terangnya.

Pj. Gubernur ingin pelaksanaan PPDB tahun ini menjadi yang terbaik, harus sesuai aturan. "Mereka harus bekerja sesuai aturan. Karena, kalau di SDM-nya sudah ada kecurangan, bagaimana kita mengharapkan SDM yang baik. Jika dari awal kita ajari kecurangan, seterusnya akan terus mengakali," tuturnya. 

Dengan zonasi ini, tambahnya, minimal ada integritas dan kejujuran yang dibina dengan sistem yang tidak bisa titip-titipan. "Walaupun KK-nya dekat, mereka tetap verifikasi ke lapangan. Makanya, perlu pleno untuk memastikan hasil verifikasi ke lapangan terakhir," ungkapnya. 

Senada, Plh. Kadisdik Jabar, M. Ade Afriandi mengimbau seluruh orang tua agar tidak lagi membuat hal seperti itu (KK tidak wajar). 

"Untuk yang seperti ini, dipastikan dianulir karena Pergub mengamanatkan domisili yang sebenarnya dari calon peserta didik," tegasnya. 

Ia menjelaskan, domisili ini kan berkaitan dengan jarak dan pastinya dilakukan pendalaman. Kalau memang dekat dan benar sesuai domisili, tidak masalah. Bukan berarti jarak 100 meter seolah bermasalah, belum tentu. 

"Apabila ditemukan domisili dari calon peserta didik, termasuk orang tua/wali yang perlu didalami, kami sampaikan kepada seluruh satuan pendidikan untuk melakukan pendalaman agar kita memastikan yang punya hak, berhak mendapatkannya," pungkasnya.

Pengumuman PPDB Tahap 1 SMA, SMK, SLB Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 dilaksanakan Rabu (19/6/2024) ini.

12 Juni 2024

258 Siswa Siap Berlaga di O2SN SMK Tingkat Jabar 2024


BANDUNG -
Sebanyak 258 siswa siap berlaga di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK Tingkat Jawa Barat (Jabar) Tahun 2024. Seluruh peserta berasal dari 27 kabupaten/kota di Jabar.

Plh. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, M. Ade Afriandi membuka kegiatan tersebut di GOR KONI, Kota Bandung, Rabu (12/6/2024).

Ia menilai, ajang ini sangat penting untuk mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang olahraga. "Juga bukan hanya sebagai kompetisi, tapi mempererat tali persaudaraan," katanya.

Ia menegaskan, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. "Karena, setiap langkah menuju prestasi ada kemenangan tersendiri. Tetap kedepankan kejujuran. Tak ada artinya kemenangan tanpa kejujuran," tegasnya.

Sedangkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Jabar, Elis Herawati melaporkan, O2SN SMK tingkat Jabar berlangsung dua hari, tanggal 12-13 Juni 2024. Terdiri dari lima mata lomba, yakni atletik, renang, karate, pencak silat, dan bulu tangkis.

"Olahraga, selain menjadi gaya hidup, diharapkan mampu mengembangkan karakter siswa sehingga bisa belajar tentang nilai kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan
menghargai lawan," ucapnya.

Juara 1 di tiap kategori mata lomba akan mewakili Jabar di tingkat nasional.

Salah satu siswa, Zay Zachary Mansyur mengaku siap bersaing di ajang tahunan ini. "Targetnya juara!" seru siswa SMKN 13 Bandung yang akan bertanding di mata lomba atletik tersebut.

Ragam

Mancanegara

Top 5

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT