Headline News

Bandung Raya

Nasional

Hot News

Jumat, 22 Oktober 2021

Kapasitas Bioskop di Kota Bandung Bertambah

BANDUNG - Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna meminta pengelola bioskop mengatur tempat duduk lebih teliti. Hal itu terkait adanya perubahan regulasi kapasitas bioskop yang bertambah menjadi 70 persen.

Ema menuturkan, dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 kapasitas bioskop bertambah menjadi 70 persen. Aturan sebelumnya hanya diizinkan 50 persen.

"Hal yang menjadi perhatian kita itu layout. Kalau 50 persen, mudah bisa selang seling satu jadi. Tapi kalau 70 persen kita ingin tahu seperti apa?" ucap Ema usai meninjau bioskop di Bandung Indah Plaza (BIP) Jumat, 22 Oktober 2021.

Ema tidak bisa memungkiri apabila pengaturan jarak tempat duduk di bioskop dengan kapasitas 70 persen ini sulit ideal. Karena tetap harus ada beberapa kursi yang berhimpitan tanpa diselingi kursi kosong.

"Ternyata tidak bisa ideal jadinya ada yang couple dan single. Tapi dengan pola zig-zag itu sangat logis bisa dipahami. Bisa menjaga terjadinya transmisi yang diharapkan," ujarnya.

Setidaknya, sambung Ema, pengelola sudah berusaha agar kursi penonton tetap memiliki jarak aman. Namun, tetap harus diawasi berkala untuk memastikan kondisi di dalam studio.

"Tapi yang penting upaya physical distancing di sini kita hargai. Walaupun ada semacam regulasi tambahan, setiap setengah jam dilihat. Takut kalau ada kursi kosong dimanfaatkan," jelasnya.

Masih menurut Ema, terkait pengaturan kursi yang berdekatan itu diberikan kepada pengunjung yang terlihat masih satu keluarga. Karena regulasi terbaru kini sudah memperbolehkan anak bisa masuk ke mal ataupun bioskop.

"Mudah-mudahan yang couple itu bisa diduduki oleh keluarga atau antara orang tua dan anak. Karena anak sudah boleh masuk bioskop asal dalam kendali dan pengawasan orang tuanya," harapnya.

Setelah melihat pola pengaturan kursi penonton di bioskop, Ema lanjut memantau arena permainan anak. Dia ingin memastikan pengaturan ruang bermain ini aman bagi anak-anak dan memudahkan dalam melakukan pengawasan.

Ema menegaskan, kunci penting dari setiap regulasi ini yakni tetap memperhatikan kedisiplinan terkait protokol kesehatan. Serta, komitmen pihak pengelola dalam membuat Satgas Covid-19 serta sigap dalam pengawasan dan penanganan.

"Paling utama itu kesadaran, komitmen bersama untuk disiplin," katanya.

Peringati Hari Santri, Yana Titipkan Cinta Tanah Air

BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta kepada para santri agar lebih mencintai bangsa dan Tanah Air.

Pesan itu Yana sampaikan saat upacara Peringatan Hari Santri di Balai Kota Bandung, Jumat 22 Oktober 2021.

"Mudah-mudahan peringatan ini bisa terus meningkatkan rasa nasionalisme, sehingga kebangsaan semangat terus bisa dijaga," tutur Yana.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Santri Siaga Jiwa raga". Lewat peringatan ini diharapkan membentuk sikap santri Indonesia yang selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian.

"Siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegangan teguh pada akidah, nilai dan ajaran islam rahmatan lil alamin," tutur Yana.

Menurutnya, saat ini santri tidak pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Oleh karena itu satri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia," kata Yana membacakan sambutan Menteri Agama.  

"Jadi siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak. Melainkan juga tazkiyatun nafs yaitu mensucikan jiwa melalui berbagai tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan," bebernya.

Yana menambahkan, tema tahun ini penting dan relevan di era pandemi Covid-19. Kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan.

"Hal ini juga perlu diperhatikan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa Indonesia," tutur Yana.  

Masyarakat patut mengapresiasi beberapa pesantren yang berhasil mencegah, mengendalikan, dan menangani Covid-19. Hal ini bukti nyata bahwa pesantren memiliki kemampuan untuk menghadapi covid-19 di berbagai keterbatasan.

"Modal utamanya adalah kedisiplinan dan sikap hati-hati yang selama ini diajarkan oleh para pimpinan pesantren kepada santrinya. Keteladanan juga berkontribusi untuk mendorong santri bersedia ikut divaksin," ujar Yana.  

Perlu diketahui, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri.

Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya resolusi jihad yang berisi fatwa kewajiban demi mempertahankan kemerdekaan indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang diperingati sebagai hari pahlawan.

Sementara itu, salah satu santri, Abdullah Nashih Ulwan merasa bangga menjadi santri.

"Alhamdulilah meskipun pandemi ini, kita bisa berkumpul bertemu para santri," ujarnya.

Kamis, 21 Oktober 2021

Herd Immunity, Dua Tempat Ibadah Kolaborasi Gelar Vaksinasi

BANDUNG - Toleransi antar umat beragama di Kota Bandung tak perlu diragukan lagi. Toleransi telah membuat Kota Bandung kondusif.

Di masa pandemi Covid-19, toleransi antar umat beragama juga menghadirkan herd immunity atau kekebalan kelompok. Seperti yang dilakukan Gereja St Gabriel dan Masjid Al Amanah, Komplek Sumber Sari Kecamatan Babakan Ciparay yang menggelar vaksinasi Covid-19, Kamis 21 Oktober 2021.

Kedua tempat ibadah tersebut letaknya saling berdekatan.

Kegiatan tersebut sebagai kolaborasi juga antara komunitas sampai pengusaha. Di antaranya, Paroki St Gabriel Bandung dan Yayasan Al Amanah. Juga didukung oleh Wings, Rumah Zakat, Parahyangan Leadership Institute dan Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kota Bandung.

Apresiasi pun dilontarkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Menurutnya, kegiatan ini sangat luar biasa, 1 kegiatan berada di 2 tempat ibadah yang berbeda dengan satu tujuan untuk kebaikan masyarakat yakni percepatan vaksinasi.

"Luar biasa, ini dilakukan 2 rumah ibadah yang berbeda, gereja dan masjid. Pelaksanaannya luar biasa dan jumlahnya besar yaitu 4.000 dosis," ujarnya.

Dengan vaksinasi ini, Yana mengatakan, akan semakin mempercepat pembentukan herd immunity.

"Mudah-mudahan ini semakin mempercepat pencapaian target 100 persen proses vaksinasi di Kota Bandung. Ini ikhtiar kita membentuk herd immunity menyelesaikan pandemi Covid-19," bebernya.

Yana mengungkapkan, tingkat kepatuhan warga Jabar pun sudah di angka 90 persen. Hal itu menjadi bukti bahwa warga Jabar patuh dalam melakukan protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker.

"Di Jabar tingkat kepatuhan warga menggunakan masker sudah di atas 90 persen. Dengan menerapkan protokol kesehatan kita terhindar dari Covid-19, ditambah vaksinasi," tuturnya.

"Saya yakin November atau Desember target kita tercapai. Luar biasa, apresiasi semua penyelenggara dan warga yang mau dan bisa divaksin," imbuhnya.

Sementara itu, Inisiator Acara vaksinasi Toleransi, Parahyangan Leadership Institute, Inge Suprayogi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk lebih meyakinkan bahwa vaksinasi ini aman bagi masyarakat.

"Kita mulai di tempat ibadah, supaya mereka lebih percaya. Akhirnya kita bisa memanggil 4.000 orang untuk vaksinasi," tuturnya.

Ia pun merangkul komunitas sampai tenaga kesehatan untuk berkolaborasi membantu kegiatan vaksinasi.

"Dari beberapa komunitas, kita memanggil tenaga kesehatan. Rencana ini sebagai pilot project kita rencananya akan keliling Jawa Barat," ujarnya.

Olahraga

Mancanegara

Top 5

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT