Headline News

Senin, 20 Januari 2020

Firman Adam, Separuh Usia Mengabdi di Disdik Jabar

Bandung, SIBER - Suasana pagi di Kota Bandung masih sama. Mobil dan motor berlalu lalang mengkhidmati jam sibuk kerja. Tak terkecuali untuk Firman Adam, Sekretaris Disdik Jabar yang per 10 Januari 2020 dilantik sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Dua memutuskan berkantor di Jalan Dr. Radjiman Nomor 6, ia sudah sangat hapal dengan rute diambilnya. Dari Antapani menerjang Jalan Terusan Jakarta, mengambil jalan lurus di perempatan kawasan Antapani dan Kiaracondong, melintas di Jembatan Pelangi hingga di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar. Perjalanan ini menjadi tantangan yang tak pernah berubah.
Namun, awal tahun ini, disetujui pada minggu ketiga Januari, perjalanan pulang kerja tak ubahnya seperti anomali. Ia tidak lagi melewati Jembatan Pelangi, dilewati Jalan Ibrahim Adjie. 
"Kemarin saya hampir lurus (ke Jembatan Pelangi menuju Kantor Disdik Jabar). Saya sudah di kanan. Eh, saya kan mau ke Bapenda, akhirnya langsung ambil kiri. Puluhan tahun seperti itu, pasti jadi pakaian," ungkapnya pada apel pagi di Kantor Disdik Jabar, Senin (20/1/2020). 
Aparatur Sipil Negara (ASN) Disdik Jabar oleh Kadisdik Jabar, Dewi Sartika sebelum menghadiri acara "Pisah Sambut dan Serah Terima Jabatan Struktural di Dinas Pendidikan Jawa Barat".
Bagi Firman, Disdik Jabar tak ubahnya seperti rumah sendiri. Hal ini tidak berlebihan, mengingat separuh usianya ia abadikan untuk lembaga pendidikan ini. Mulai dari berkantor di Jalan Riau (sekarang masih Kantor Wilayah Pendidikan Nasional Republik Indonesia) hingga dialih dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jabar dan beralih ke Jalan Dr. Radjiman.
Bahkan, Kantor Disdik menjadi saksi bisu pertemuannya dengan wanita yang kini menjadi pendamping pertemuan. "Istri saya dulu praktik kerja lapangan di kantor dan saya jadi mentornya. Beda usia kami cukup jauh, 9 tahun dan saya anggap dia sebagai mahasiswa saja," tuturnya.
Namun, sekian lama tak bertemu, akhirnya dipertemukan kembali di suatu waktu. "Sekian lama tak bertemu, ternyata dia sudah lebih dewasa. Komunikasi pun nyambung ," ucapnya.
Ayah dua anak ini berkata, "Apakah orang yang paling mendukung dia dalam mengemban tugas di Disdik Jabar?" "Istri saya tahu betul, jika saya pulang malam untuk membantu memimpin melaksanakan tugasnya. Ia sangat mendukung," ungkapnya.
Firman pun mengaku bangga dapat memberikan dedikasinya bagi Disdik Jabar melalui pelayanan terbaik untuk pendidikan di Jawa Barat. Ia percaya, di bawah kepemimpinan baru, Disdik Jabar dapat lebih maju dalam memenuhi standar pelayanan dan mutu pendidikan.  
“Saya mohon maaf lahir dan batin untuk semua pejabat dan ASN Disdik Jabar. Berat meninggalkan Disdik yang sudah membesarkan nama saya. Saya akan tetap berdoa demi Disdik yang lebih maju, ”ucapnya.
Ia juga berhasil selamat untuk Wahyu Mijaya yang menjadi suksesinya di Disdik Jabar. "Dia masih muda dan aku percaya pada dia," tegasnya.
Menurutnya, ada banyak pekerjaan yang harus segera dikerjakaan oleh Disdik Jabar. Salah satunya, angka dasar pendidikan, khusus angka rata-rata lama sekolah. "Kita semua ingin anak usia sekolah bisa. Sampai hari ini, masih 83%," paparnya.
Aktivitas Firman hari ini kembali ke memorinya tentang rutinitasnya di Disdik Jabar. Namun, hari-hari berikutnya, ia memulai tugasnya sebagai Sekretaris Bapenda Jabar. Belok kiri ke Jalan Ibrahim Adjie. Selamat menyetujui, Pak! *

Renungan ""

"Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali-lmran: 135)
 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT