Headline News

Minggu, 26 Januari 2020

Mencontek adalah Embrio Tindakan Korupsi

Bandung, SIBER - Mencontek mungkin terlihat seperti hal sepele. Namun, jika diulangi terus-menerus, aktivitas mencontek akan menjadi embrio tindakan korupsi.
"Karena, pelanggaran yang dibiarkan akan memberikan seseorang untuk melakukan pelanggaran lainnya," tutur Ketua Tim Pendidikan Antikorupsi (PAk), Tini Sugairtini.
Tini menjelaskan, sekali siswa mencontek maka ia akan terus cenderung melakukan hal tersebut. Sekali ketahuan, ia akan mencari/menemukan strategi lain untuk mencontek. Sehingga, harus ada peran optimal guru agar siswa tidak terbiasa mencontek. Salah satunya, melalui pendidikan antikorupsi.
"Melalui pendidikan antikorupsi ini, diharapkan siswa mampu memahami karakter atau perilaku antikorupsi," harapnya.
Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah (Kacadisdikwil) VII itu menegaskan, guru juga harus bisa mencontohkan perilaku antikorupsi dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar. Ada dua hal sederhana yang bisa dilakukan, yakni datang ke kelas tepat waktu dan mengembalikan berkas ujian yang telah diperiksa kepada peserta didik.
"Jangan sampai saat guru memberikan tugas/ulangan, lembar ulangan tersebut tidak dikembalikan kepada peserta didik," ucapnya.
Menurutnya, fokus pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan, yaitu pada pembinaan karakter siswa. Di Jabar, pendidikan antikorupsi diselaraskan dengan program Jabar Masagi yang mengedepankan empat hal, yakni iman, akhlak, sehat, dan ilmu.
"Sedangkan pada implementasinya, diserahkan pada keafiran lokal yang ada di daerah masing-masing. Jabar kan terbagi dalam beberapa kearifan lokal, itu disesuaikan," ujarnya.
Lebih jauh, Tini menjelaskan, pendidikan antikorupsi yang dilaksanakan di sekolah akan diimplementasikan melalui dua aspek. Yakni, pembiasaan dan kurikulum. Meski demikian, penerapan PAk di sekolah tidak akan menambah beban sekolah karena bersifat insersi melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, bukan mata pelajaran baru. "Penerapannya pun bisa disisipkan melalui pembiasaan-pembiasaan," pungkasnya.*

Renungan ""

"Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali-lmran: 135)
 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT