Headline News

Bandung Raya

Nasional

Hot News

Sabtu, 13 Agustus 2022

Ema Sumarna Raih Gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Padjadjaran

BANDUNG - Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna meraih gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan predikat Sangat Memuaskan.

Gelar tersebut diraihnya setelah mempertahankan disertasi yang berjudul "Tata Kelola Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandung dalam Perspektif New Public Service".

Sidang promosinya dilaksanakan di Ruang Sidang Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad, Jalan Bukit Dago Utara Kota Bandung, Jumat, 12 Agustus 2022. Sidang dimulai dari pukul 16.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB.

Sidang dipimpin langsung oleh Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata dan Sekretaris sidang oleh Dr. Drs. H. Heru Nurasa. Adapun promotor sekaligus oponen diantaranya Heru Nurasa, Mudiyati Rahmatunnisa, Rina Hermawati, dan Prof. Arry Bainus selaku guru besar Unpad.

Ketika mempertahankan disertasinya, Ema menjelaskan, hal penting yang harus diperhatikan dalam tata kelola PKL di Kota Bandung yaitu dengan membangun aspek saling percaya antara pemerintah dan PKL, serta stakeholder lainnya. 

Oleh sebab itu, tata kelola PKL di Kota Bandung dari perspektif new public service memperlihatkan jika aspek saling percaya belum terbangun secara optimal, sehingga berdampak kepada proses demokrasi dan kolaborasi. 

Ema menyampaikan, penanganan PKL di Kota Bandung perlu diselesaikan dengan pendekatan indikator dari kolaborasi, demokrasi, dan saling percaya. 

Perubahan-perubahan di dalam regulasi yang telah dilakukan Satgasus PKL sebagai upaya penanganan PKL itu sebenarnya sudah dibuktikan secara substansi terjadi pergeseran positif. Dari yang asalnya pola penertiban sekarang jadi pola penataan dan pembinaan.

Sedangkan pada pola perilaku dalam penanganan PKL jauh lebih baik. Dari yang tadinya bermetodekan kekuasaan dan tindakan represif, sekarang lebih ke arah persuasif dan humanis. Penataan yang telah dilakukan dengan cara humanis seperti di di Cicadas, Cikapundung dan Malabar. 

Selain itu, pada pola public participatory, Satgasus sudah memberikan ruang yang demikian luas. Namun, masalahnya ada pada konsistensi terhadap target.

Contohnya, pola penanganan PKL belum diatur dengan pendekatan tematik tetapi masih bersifat bercampur. Lalu, ada pula pelanggaran seperti masih banyaknya PKL yang berjualan di zona merah. Secara regulasi ini dimaknai sebagai pelanggaran.

Melalui teori new public service mensyaratkan perubahan yang menyeluruh dalam tata kelola dan tidak bisa dilakukan dalam satu aspek saja.

Dalam sidang doktoral ini, hadir pula Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan beberapa kepala OPD di Kota Bandung. Selain itu, jadwal wisuda terdekat yang bisa diikuti Ema yakni November 2022.

Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng yang Mempunyai 15 Bumbu Rahasia

BANDUNG - Salah satu kuliner yang paling dicari di Kota Bandung yaitu mi kocok.
Dan salah satu gerai mi kocok terenak di Kota Bandung yaitu "Mih Kocok Mang Dadeng" yang berada di Jalan Ahmad Dahlan. 

Tahukah anda rahasia kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng? Ternyata ada 15 resep bumbu untuk membuat kuah mi kocoknya.

Setidaknya itu diungkapkan oleh Penanggung Jawab Mih Kocong Mang Dadeng, Mang Opang.

Berkat resep 15 bumbu rahasia ini, mih kocok Mang Dadeng memiliki citarasa yang khas yang membuat rasa mi kocoknya berbeda dengan rasa mi kocok lainnya. Rasanya sangat lezat, gurih dan nikmat. 

Kikilnya pun memiliki tekstur yang pas, tidak keras, mudah digigit tetapi tidak lembek. Sehingga ketika gigit terasa kenyal dan kriuk di mulut. 

Selain itu kikilnya tidak berbau amis dan tidak mengendap ketika sudah dingin. Alhasil, kikil tetap enak walaupun sudah dingin. 

Menurut Mang Opang, nama Mih Kocok Mang Dadeng memang menggunakan bahasa Sunda. Sehingga "mi" sengaja ditulis dengan "mih".

Gerai mi kocok di Jalan Ahmad Dahlan ini pada mulanya hanya sebuah gerobak kaki lima. 

Makanan khas Bandung ini sudah terkenal sejak tahun 1964 yang pada pada mulanya dipopulerkan oleh ayahanda Mang Dadeng yaitu Haji Usman.

Kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh Mang Dadeng dengan 15 resep bumbu rahasia. 

Berkat kegigihan Haji Usman dan Mang Dadeng yang pantang menyerah dan kerja kerasnya usaha mi kocoknya terus berkembang dan akhirnya bisa membuka gerai sendiri. 

Untuk harga mi kocok di sini berkisar Rp28.000-45.000. Setiap porsinya tergantung pelengkap yang diinginkan konsumen.

Di saat ramai, Mang Opang menyebut omzet Mih Kocok Mang Dadeng bisa mencapai Rp25 juta. 

"Kalau hari biasa sekitar Rp12 juta. Tetapi kalau weekend bisa  mencapai Rp25 juta," aku Mang Opang.

Untuk menikmati lezatnya Mih Kocok Mang Dadeng, para pengunjung bisa datang mulai pukul 09.00 WIB sampai 22.00 WIB.

Tunggu apalagi, yuk segera meluncur ke Mih Kocok Mang Dadeng.

Rangkaian Harkop, Pemkot Bandung akan Gelar Pameran Produk Koperasi dan UMKM

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menggelar Pameran Produk Koperasi dan UMKM di Bandung Indah Plaza pada 19-21 Agustus 2022 mendatang.

Pameran Produk Koperasi dan UMKM merupakan rangkaian peringatan ke-75 Hari Koperasi (Harkop) tingkat Kota Bandung Tahun 2022.

Pameran tersebut akan diisi 60 Koperasi dan UMKM se-Kota Bandung serta memamerkan berbagai produk mulai dari kuliner, kriya, hingga fesyen.

"Kita sudah siapkan 35 Tenant yang akan diisi oleh 60 pelaku koperasi dan UMKM se-Kota Bandung yang akan menampilkan berbagai produk," kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Kota Bandung, Atet Dedi Handiman kepada Humas Kota Bandung, Sabtu 13 Agustus 2022.

Koperasi yang hadir mengisi tenant nanti, kata Atet, merupakan Koperasi yang menjadi bagian dari program prioritas Kota Bandung, yaitu Koperasi Juara dan Koperasi Tempat Ibadah.

"Alhamdulillah koperasi juara dan koperasi tempat ibadah telah ada di 28 kecamatan di Kota Bandung. Kita akan terus angkat mereka bagaimana pengaruh koperasi tersebut terhadap perekonomian masyarakat khususnya di sekitar umumnya di kota Bandung," ujarnya.

Selain itu, akan ada tempat khusus pemberdayaan perempuan yang diinisiasi oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bandung.

"Di situ ada khusus pemberdayaan perempuan usaha perempuan ada produk-produk hasil pemberdayaan yang nanti akan diisi oleh PKK," katanya.

Tahun ini, ujar Atet, peringatan Harkop mengusung tema Adaptasi Koperasi Diera Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Menuju Koperasi Modern.

"Itu artinya Koperasi di usia yang ke-75 harus beradaptasi dan menyesuaikan pola pikir terhadap perkembangan teknologi dalam melakukan aktivitas bisnis dan perkembangan sosial masyarakat yang sudah menyatu dengan teknologi. Karena jika tidak koperasi hanya akan mengalami penuaan," ujarnya.

Puncak peringatan Harkop akan digelar Jumat 19 Agustus 2022 mendatang di Hotel Arya Duta Kota Bandung dan akan dibuka langsung oleh Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Selain pameran, akan ada pula penyerahan penghargaan Koperasi berprestasi tingkat Kota Bandung, fasilitasi badan hukum bagi operasi di tempat ibadah, izin usaha simpan pinjam, nomor induk berusaha, penyerahan pinjaman LPDB dan penandatangan dana talang pembelian tanah bagi Masjid Al-Falah dari KSP Kebal.

"KSP Kebal merupakan salah satu contoh koperasi tempat ibadah yang pengelolaannya baik dan memberikan kesejahteraan dan pemberdayaan kepada masyarakat, dan ini yang akan kita angkat juga," kata dia.

Atet pun berharap dengan adanya peringatan Harkop Tahun 2022, masyarakat akan lebih meningkatkan minat masyarakat terhadap koperasi. Selain itu, koperasi juga akan terus meningkatkan dari kuantitas dan kualitas.

"Semoga minat masyarakat terhadap koperasi meningkatkan, sehingga koperasi semakin banyak dan semakin berkualitas," katanya.

Acara peringatan Harkop Tahun 2022 akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Diskominfo Kota Bandung dan Zoom Meeting. 

Olahraga

Mancanegara

Top 5

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT